POJOKSATU.ID - Profil Pipota, pelatih baru Timnas Futsal Indonesia yang cukup kesohor di dunia futsal.

Pria bernama lengkap Marcos Aurelio Sorato itu resmi ditunjuk Federasi Futsal Indonesia sebagai pelatih baru Tim Nasional Futsal Indonesia, Jumat 4 Agustus 2023.

Marcos Sorato atau Pipota dikontrak FFI hingga tiga tahun ke depan, seperti yang dijelaskan dalam pernyataan tertulis FFI.

Baca Juga: Klasemen Liga 1 Usai Persib Diimbangi Bali United: Dewa United Belum Goyah di Puncak

Marcos Sorato menyatakan kebanggaannya atas terpilihnya sebagai pelatih baru untuk timnas futsal Indonesia.

Kualitas pemain dan posisi kuat futsal Indonesia meyakinkan Marcos Sorato untuk mengambil proyek menarik ini.

"Saya bertekad untuk bekerja keras dan mencapai target yang diberikan federasi," kata Pipota.

Baca Juga: Formasi Mengerikan Manchester City dengan Kehadiran Josko Gvardiol, Auto Tsunami Gelar

Ketua Umum FFI, Hary Tanoesoedibjo, merasa sangat bahagia karena berhasil mendatangkan Pipota sebagai pelatih.

Penunjukan Pipota sebagai pelatih menegaskan komitmen futsal Indonesia dalam mencapai ambisinya dalam olahraga ini, demikian yang ditegaskan oleh Hary.

Profil Pipota

Marcos Sorato atai Pipota memiliki pengalaman yang luas dalam dunia kepelatihan futsal.

Baca Juga: Bukan ke Ganjar, Pendukung Jokowi Persepsikan Prabowo Sebagai Pemersatu Umat

Pipota sebelumnya menjadi arsitek saat timnas Serbia melakukan pemusatan latihan untuk Piala Dunia Futsal di Lithuania pada tahun 2021.

Nama Pipota begitu harum di dunia futsal setelah membawa timnas Brasil menjuarai pada Piala Dunia Futsal tahun 2008 dan 2012.

Sebagai pelatih timnas futsal Brasil, Pipota memiliki catatan positif dengan persentase kemenangan sebesar 94,4 persen dalam 287 pertandingan yang dijalani.

Baca Juga: Perjuangan Lionel Sinathrya, Demi Seleksi Timnas Indonesia U17, Rela Tinggalkan Prancis

Di awal karier kepelatihannya, Marcos Sorato sempat menjadi asisten pelatih di klub futsal Spanyol yakni Playas de Castellon.

Usai menimba ilmu sebagai pelatih di Spanyol, Marcos Sorato kembali ke Brasil dan menjadi pelatih Timnas Futsal Brasil U-20 sejak 2005.

Saat menjadi pelatih tim U-20, Marcos Sorato juga sambi menjadi asisten pelatih Timnas Futsal Brasil senior hingga 2009.

Bersama pelatih utama, Paulo de Oliveira, Marcos Sorato mampu membawa Timnas Futsal Brasil menjuarai Piala Dunia Futsal pada 2008.

Baca Juga: Profil Fadillah Arbi Aditama, Juara JuniorGP Barcelona 2023: Orangtua, Agama dan Akun Sosmed

Setahun berselang atau pada tahun 2009, Marcos Sorato naik tingkat dan menggantikan Paulo de Oliveira sebagai pelatih Timnas Futsal Brasil.

Kiprahnya sebagai pelatih pun kemudian membuatnya dianugerahi gelar pelatih terbaik dunia pada 2011. Setelahnya, ia juga mengukir prestasi membawa Brasil menjuarai Piala Dunia Futsal 2012.

Usai menorehkan prestasi membanggakan dalam kariernya, Marcos Sorato kemudian memilih meninggalkan posisinya pada 2013.

Ia kemudian berpetualang ke Rusia dengan menukangi MFK Tyumen pada 2013-2014, kemudian menukangi Al Wahda pada 2014-2015, dan berlanjut menukangi Al Ahli di Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Pendukung Jokowi Persepsikan Prabowo Sebagai Pemersatu Umat, Siap-siap Berpaling dari Ganjar

Di Al Ahli, Marcos Sorato mampu membawa timnya meraih prestasi yakni gelar Liga Futsal Uni Emirat Arab sebanyak dua kali beruntun pada 2015 dan 2016.

Kini, petualangan Marcos Sorato berlanjut ke Indonesia dengan menukangi Timnas Futsal.

Prestasinya di masa silam itu pun diharapkan bisa membawa tim Merah Putih berprestasi ke depannya.

Timnas futsal Indonesia sendiri akan mengikuti kualifikasi Grup B Piala Asia futsal.

Baca Juga: Pencurian Tali Pocong Di Cirebon Dilakukan Di Siang Bolong, Polisi Duga Terkait Aliran

Dalam grup tersebut, Indonesia akan bersaing dengan Arab Saudi, Afghanistan, dan Makao.

Dua tim teratas di grup ini akan lolos ke putaran kualifikasi akhir yang dijadwalkan berlangsung pada April 2024.

Andai bisa menjadi yang terbaik pada kualifikasi akhir ini, maka Timnas Futsal Indonesia berpeluang tampil di Piala Dunia Futsal di Uzbekistan pada tahun 2024 mendatang.***