POJOKSATU.ID - Eh, tunggu dulu… siapa sangka ya, program kredit yang identik dengan pelaku usaha kecil alias UMKM, ternyata juga dilirik oleh para konglomerat. Lah, kok bisa?

Fenomena ini belakangan jadi perbincangan hangat.

Banyak yang heran, bahkan ada yang agak kesal.

Soalnya, kredit UMKM seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) sejatinya dibuat untuk membantu pelaku usaha kecil agar bisa berkembang.

Baca Juga: Ikan Sapu-sapu Meledak, Indikator Sungai di Jakarta Tercemar Berat, Dimakan Malah Bahaya

Tapi faktanya, ada juga pemain besar yang ikut “nimbrung”.

Ternyata, alasannya nggak sesederhana yang dibayangkan.

Beberapa pengusaha besar memanfaatkan skema kredit UMKM karena bunga yang jauh lebih rendah dibandingkan kredit komersial biasa.

Ya jelas dong, dari sisi bisnis, ini jadi peluang efisiensi yang sayang banget kalau dilewatkan.

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, 46 Warga Karawang Alami Mual dan Diare

Selain itu, ada juga praktik di mana konglomerat menggunakan “bendera” usaha kecil misalnya lewat anak usaha atau mitra UMKM untuk mengakses fasilitas kredit tersebut.

Nah, di sinilah mulai muncul celah yang bikin publik geleng-geleng kepala.

Di sisi lain, perbankan juga punya target penyaluran kredit UMKM yang harus dipenuhi.

Jadi, selama syarat administratif terpenuhi, pengajuan tetap bisa lolos. Waduh, makin rumit ya?

Namun, pemerintah sebenarnya sudah mulai aware dengan kondisi ini.

Pengawasan diperketat agar program kredit UMKM benar-benar tepat sasaran.

Tujuannya jelas, supaya pelaku usaha kecil nggak kalah bersaing dan tetap punya akses modal.

Jadi, kalau kamu bertanya, “kenapa konglomerat bisa ikut kredit UMKM?” jawabannya ada di kombinasi celah regulasi, strategi bisnis, dan sistem yang masih perlu diperbaiki.

Hmm, menarik sekaligus bikin mikir, ya. Program yang niatnya membantu yang kecil, justru ikut dimanfaatkan yang besar. Semoga ke depan lebih adil!***