POJOKSATU.ID – Sebuah momen menarik anggota DPR saat Primus Yustisio memberikan teguran sekaligus doa bagi Purbaya Yudhi Sadewa.
Di tengah rapat yang formal, sorotan tertuju pada kondisi fisik Purbaya yang tampak kepayahan dengan suara yang serak hingga wajah yang memucat.
Bagi Primus, sakitnya seorang pejabat ekonomi adalah sinyal bahaya bagi pasar keuangan.
Baca Juga: Gaji ke-13 ASN Tahun Ini Bakal Dipotong? Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Akhirnya Buka Suara!
Dengan nada penuh perhatian namun tegas, Primus mengingatkan bahwa kondisi kesehatan Purbaya bisa berdampak langsung pada nilai tukar Dolar dan pergerakan IHSG.
"Tidak ada waktu cukup bagi seorang menteri keuangan untuk beristirahat," ungkap Primus, menekankan betapa pentingnya peran tersebut bagi publik.
Primus sampaikan agar penanganan medis segera dilakukan agar tidak muncul sentimen negatif di masyarakat maupun investor.
Baca Juga: WhatsApp Resmi Rilis Fitur Kirim Pesan Tanpa Nomor Telepon, Begini Cara Cek Akunmu!
Momen ini menjadi pengingat bahwa di balik kebijakan-kebijakan besar negara, ada raga manusia yang harus tetap dijaga demi menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas ekonomi nasional.
Hal ini secara terbuka meminta agar Purbaya segera mendapatkan penanganan medis yang optimal.
Langkah ini dianggap krusial untuk mencegah munculnya sentimen negatif.
Baca Juga: Gaji Tembus Rp8 Juta! Intip Bocoran Syarat SPPI Kopdes Sebelum Pendaftaran Resmi Dibuka Kembali!
Di era informasi yang bergerak secepat kilat, rumor mengenai kesehatan pejabat bisa menyebar dan diinterpretasikan secara liar oleh para spekulan.
Momen ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik meja-meja birokrasi dan kebijakan makroekonomi yang kompleks, ada raga manusia yang memikul beban berat.
Menjaga kesehatan para pejabat bukan hanya soal empati, melainkan strategi menjaga kepercayaan pasar dan memastikan roda ekonomi nasional tetap berputar tanpa hambatan psikologis.***

