POJOKSATU.ID - Punya rumah sendiri di Minahasa atau Tomohon, Sulawesi Utara, ternyata bukan lagi mimpi yang terlalu jauh.
Eh, tapi tunggu dulu… yang sering bikin penasaran itu satu berapa sih uang muka alias DP-nya?
Nah, program perumahan rakyat atau rumah subsidi dari pemerintah memang jadi solusi buat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Di wilayah Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon, program ini terus berjalan dan diminati banyak warga.
Berdasarkan skema umum Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi, DP yang dibutuhkan ternyata relatif ringan, lho.
Bahkan, untuk sebagian program, DP bisa mulai dari sekitar Rp1 juta hingga Rp5 juta saja. Wah, cukup terjangkau ya?
Tapi, tentu saja angka tersebut bisa berbeda tergantung beberapa faktor.
Misalnya lokasi perumahan, pengembang, hingga kebijakan bank penyalur KPR seperti BTN atau bank lainnya yang bekerja sama dengan pemerintah.
Baca Juga: Ketua DPRD Karawang Minta RSUD Gratiskan Parkir untuk PSM, Honor Kecil Tugas Besar
“Ah masa sih cuma segitu?” Eits, jangan langsung kaget dulu.
Memang, pemerintah melalui program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) memberikan kemudahan berupa DP rendah dan bunga tetap sekitar 5 persen.
Di Minahasa dan Tomohon sendiri, harga rumah subsidi umumnya masih berada di kisaran Rp150 juta hingga Rp180 juta.
Dengan harga tersebut, cicilan per bulan bisa berkisar Rp900 ribu sampai Rp1,2 juta, tergantung tenor.
Makanya, tidak heran kalau banyak generasi muda mulai melirik program ini.
Apalagi, syaratnya juga tidak terlalu ribet. Cukup berpenghasilan maksimal sesuai ketentuan, belum punya rumah, dan lolos verifikasi bank.
Namun, ada juga hal yang perlu diperhatikan.
Meski DP terbilang ringan, calon pembeli tetap harus menyiapkan biaya tambahan lain.
Baca Juga: DPRD Jabar Soroti UMKM Depok: Harus Melek Teknologi atau Tertinggal
Misalnya biaya administrasi, notaris, asuransi, hingga biaya akad kredit.
Nah, ini yang kadang bikin orang “kecolongan”.
Jadi, penting banget untuk menanyakan secara detail ke pihak developer atau bank sebelum memutuskan membeli.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus mendorong pembangunan perumahan rakyat untuk mengurangi backlog atau kekurangan rumah.
Minahasa dan Tomohon termasuk wilayah yang aktif dalam pengembangan kawasan hunian baru.
Beberapa perumahan bahkan sudah dilengkapi fasilitas dasar seperti jalan lingkungan, saluran air, hingga akses transportasi yang cukup memadai.
Meski sederhana, tapi cukup nyaman untuk ditempati.
“Lumayan banget sih buat awal,” kata salah satu warga yang sudah mengambil rumah subsidi di kawasan Minahasa.
Tren ini juga menunjukkan bahwa kebutuhan hunian di daerah semakin meningkat.
Tidak hanya di kota besar, tapi juga di wilayah penyangga seperti Tomohon dan Minahasa.
Meski demikian, calon pembeli tetap harus cermat.
Jangan hanya tergiur DP murah, tapi juga pastikan legalitas tanah, kualitas bangunan, serta akses lokasi.
Soalnya, rumah bukan cuma soal tempat tinggal, tapi juga investasi jangka panjang. Jadi, keputusan harus dipikirkan matang-matang.
Hmm, jadi… tertarik punya rumah di Minahasa atau Tomohon?***

