POJOKSATU.ID - Musim mudik Lebaran 2026 mulai terasa.
Terminal-terminal perlahan kembali ramai, tiket transportasi diburu, dan satu pertanyaan klasik kembali muncul naik apa pulang kampung tahun ini?
Nah, bagi masyarakat yang berencana mudik menuju wilayah Banten, kabar baik datang dari operator bus Primajasa.
Perusahaan transportasi darat tersebut resmi merilis tarif mudik Lebaran 2026 untuk sejumlah rute favorit dengan harga yang relatif ramah di kantong.
Baca Juga: Jerman Tak Mau Terlibat Perang dengan Iran, Tolak Seruan Presiden AS Donald Trump
Tarif ini berlaku hingga 30 Maret 2026 dan menjadi salah satu opsi perjalanan ekonomis bagi pemudik yang ingin menyeberang menuju kawasan Merak, Balaraja, hingga Rangkasbitung.
Menariknya, di tengah kenaikan harga berbagai kebutuhan jelang Lebaran, tarif bus Primajasa justru masih tergolong stabil.
Wah, tentu ini jadi angin segar bagi para perantau yang ingin pulang tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Untuk rute Bandung menuju Merak, tarif perjalanan dipatok sebesar Rp130 ribu.
Jalur ini termasuk favorit karena menghubungkan kawasan Jawa Barat langsung ke pelabuhan penyeberangan menuju Sumatera.
Sementara itu, bagi pemudik dari Bekasi menuju Merak, tarif yang dikenakan hanya Rp65 ribu.
Harga ini terbilang kompetitif mengingat jarak perjalanan dan akses tol yang dilalui cukup panjang.
Ada juga rute dari Tanjung Priok menuju Merak dengan tarif Rp55 ribu.
Rute ini biasanya dipilih pekerja kawasan Jakarta Utara yang ingin langsung menuju jalur penyeberangan tanpa harus transit berkali-kali.
Tak kalah diminati, perjalanan dari Terminal Kampung Rambutan menuju Merak dikenakan tarif Rp60 ribu.
Terminal ini memang menjadi salah satu titik keberangkatan utama pemudik dari wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya.
Oh iya, Primajasa juga menyediakan rute jarak menengah yang cocok untuk perjalanan regional di Banten.
Dari Kampung Rambutan menuju Balaraja, tarifnya hanya Rp35 ribu.
Bisa dibilang ini salah satu opsi paling ekonomis bagi pemudik lokal.
Sedangkan perjalanan dari Tanjung Priok menuju Rangkasbitung dikenakan tarif Rp55 ribu.
Rute ini cukup populer karena menghubungkan kawasan industri dengan wilayah permukiman dan kampung halaman di Lebak.
Baca Juga: 7 Ide Pose Foto Keluarga Saat Lebaran, Bikin Momen Idul Fitri Terlihat Hangat dan Estetik
Kehadiran tarif yang jelas dan transparan ini diharapkan mampu membantu masyarakat merencanakan perjalanan mudik lebih matang.
Ya, siapa sih yang tidak ingin perjalanan nyaman dengan biaya terukur?
Selain faktor harga, moda transportasi bus masih menjadi pilihan favorit saat mudik karena fleksibilitas rute dan frekuensi keberangkatan yang relatif tinggi.
Pemudik juga bisa menyesuaikan jadwal perjalanan tanpa terlalu bergantung pada tiket terbatas seperti moda lain.
Primajasa sendiri disebut telah menyiapkan armada tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang puncak arus mudik.
Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan calon penumpang di terminal.
Meski begitu, calon pemudik tetap diimbau untuk membeli tiket lebih awal guna menghindari kehabisan kursi, terutama pada akhir pekan terakhir sebelum Idulfitri.
Yup, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan lonjakan penumpang biasanya terjadi secara mendadak.
Selain itu, pemudik juga disarankan datang lebih awal ke terminal keberangkatan agar proses boarding berjalan lancar.
Baca Juga: DPPKBP3A Kabupaten Cirebon Jemput-Serahkan Vina Korban ‘Pengantin Pesanan’ ke Keluarga
Faktor kecil seperti keterlambatan sering kali justru menjadi penyebab perjalanan terasa melelahkan.
Dengan tarif yang masih terjangkau serta rute yang cukup lengkap, layanan mudik bersama Primajasa menjadi alternatif realistis bagi masyarakat yang ingin perjalanan aman, praktis, sekaligus hemat.
Jadi, sudah siap pulang kampung?
Jangan sampai momen Lebaran terlewat hanya karena telat memesan tiket.
Baca Juga: 10 Ide THR Lebaran untuk Anak Selain Uang Tunai, Lebih Seru dan Penuh Makna
Karena sejatinya, mudik bukan sekadar perjalanan, tapi soal kembali ke rumah dan berkumpul dengan orang-orang tersayang. Ah, suasana itulah yang selalu dirindukan setiap tahun.***

