POJOKSATU.ID - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, pemerintah melalui Perum Bulog memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman.

Cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog tercatat mencapai 3,74 juta ton pada Maret, dan jumlah tersebut diperkirakan masih akan meningkat hingga 5 juta ton dalam waktu dekat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, terutama pada periode menjelang Lebaran yang biasanya mengalami lonjakan permintaan bahan pokok.

Direktur Utama Perum Bulog menegaskan bahwa stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi yang sangat mencukupi.

Baca Juga: Bayi Angga Digendong Bupati Karawang Aep Syaepuloh, Ibunya Bangga

Bahkan, jumlah cadangan yang tersedia disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami memastikan stok beras pemerintah dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran. Saat ini cadangan mencapai 3,74 juta ton dan berpotensi meningkat hingga 5 juta ton,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Ketersediaan stok tersebut diperoleh dari kombinasi hasil serapan gabah petani dalam negeri serta cadangan yang sebelumnya sudah tersimpan di gudang Bulog di berbagai daerah.

Serapan Gabah Petani Terus Ditingkatkan

Selain mengandalkan stok yang sudah ada, Bulog juga terus meningkatkan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal.

Baca Juga: Tragedi Longsor Sampah Bantargebang, PKS DPRD Kota Bandung: Jangan Tunggu Bandung Jadi Korban Berikutnya

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga harga gabah tetap stabil di tingkat petani.

Dengan meningkatnya produksi beras pada musim panen raya yang berlangsung pada Maret hingga April, Bulog optimistis cadangan beras pemerintah bisa terus bertambah.

Pemerintah juga menekankan bahwa stabilitas stok pangan menjadi faktor penting untuk menjaga harga tetap terkendali di pasar, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri.

Lonjakan konsumsi masyarakat pada periode tersebut sering kali memicu kenaikan harga jika tidak diimbangi dengan ketersediaan stok yang cukup.

Distribusi Minyakita 46 Juta Liter per Bulan

Tidak hanya memastikan ketersediaan beras, pemerintah juga memperhatikan distribusi minyak goreng rakyat Minyakita agar tetap tersedia di pasar.

Kementerian Perdagangan bersama pelaku usaha telah mengalokasikan 46 juta liter Minyakita setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Minyakita merupakan program minyak goreng rakyat dengan harga terjangkau yang ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga minyak goreng di pasaran.

Baca Juga: Sejumlah Jalur Mudik di Jabar Diprediksi Macet Saat Lebaran 2026, Ini Titik Rawan dan Jalur Alternatifnya

Distribusi Minyakita dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari pasar tradisional, ritel modern, hingga jaringan distributor di berbagai daerah.

Dengan alokasi tersebut, pemerintah berharap masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga yang wajar menjelang Lebaran.

Upaya Menjaga Stabilitas Harga Pangan

Pemerintah menegaskan bahwa stabilitas stok pangan merupakan bagian penting dari strategi pengendalian inflasi nasional.

Selain beras dan minyak goreng, berbagai komoditas pangan lain juga terus dipantau ketersediaan serta pergerakan harganya di pasar.

Baca Juga: Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi H-3, Garut Jadi Tujuan Terpadat Warga Jabar

Langkah antisipatif seperti operasi pasar, distribusi pangan murah, serta peningkatan cadangan pemerintah terus dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Dengan cadangan beras yang mencapai jutaan ton serta distribusi minyak goreng yang terjaga, pemerintah optimistis masyarakat dapat menyambut Lebaran dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok.

Kondisi stok pangan yang stabil diharapkan juga dapat membantu menjaga inflasi tetap terkendali serta memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika ekonomi global.***