POJOKSATU.ID - Menjelang Lebaran, permintaan baju muslim, gamis, koko, hingga setelan keluarga melonjak tajam.

Tak heran jika banyak pembeli di marketplace mendapati status produk bertuliskan “Pre Order” atau PO.

Kondisi ini sering membuat konsumen waswas.

Apalagi jika Lebaran tinggal hitungan hari, sementara estimasi pengiriman bisa memakan waktu lebih dari satu minggu.

Baca Juga: KDM Umumkan Bayar Pajak Kendaraan di Depok dan Bekasi Kini Tak Perlu Bawa BPKB, Cukup KTP dan STNK

Lantas, kenapa menjelang Lebaran baju di marketplace rata-rata pre order?

Dan bagaimana cara agar tidak terjebak sistem tersebut?

Lonjakan Permintaan Jelang Lebaran

Setiap tahun, tren belanja online meningkat drastis menjelang hari raya.

Banyak masyarakat memilih membeli baju Lebaran melalui marketplace karena praktis dan pilihan modelnya beragam.

Baca Juga: Cuma Modal Rp20 Ribuan! Ini 10 Hampers Murah yang Bikin Silaturahmi Lebaran Makin Berkesan

Namun, tingginya permintaan tidak selalu sebanding dengan stok yang tersedia.

Banyak penjual menggunakan sistem pre order untuk menghindari risiko kehabisan barang atau overstock setelah Lebaran usai.

Sistem ini memungkinkan penjual memproduksi atau memesan barang terlebih dahulu setelah ada pembelian dari konsumen.

Strategi Mengurangi Risiko Kerugian

Bagi pelaku usaha fashion, Lebaran adalah momen panen.

Tetapi risiko juga besar.

Jika mereka memproduksi terlalu banyak stok dan tren berubah, barang bisa menumpuk dan sulit terjual setelah musim Lebaran berakhir.

Karena itu, sistem pre order dianggap lebih aman.

Baca Juga: Waspada! Kasus Campak Meningkat Saat Puasa, Ancaman Nyata Jelang Lebaran

Penjual hanya memproduksi sesuai jumlah pesanan yang masuk.

Dengan begitu, modal lebih terkendali dan risiko kerugian bisa ditekan.

Produksi Terbatas dan Sistem Konveksi

Sebagian besar produk fashion di marketplace berasal dari konveksi rumahan atau produksi skala kecil.

Ketika pesanan membludak, proses jahit, finishing, dan quality control membutuhkan waktu.

Baca Juga: Suzuki Nex II, Rekomendasi Matic 115cc Terbaik yang Awet dan Nyaman Dikendarai

Inilah sebabnya estimasi pre order bisa 5 hingga 14 hari, bahkan lebih jika mendekati puncak arus belanja Lebaran.

Faktor Pengiriman dan Lonjakan Ekspedisi

Selain produksi, faktor logistik juga berpengaruh. Menjelang Lebaran, jasa ekspedisi mengalami lonjakan pengiriman.

Hal ini bisa memperpanjang waktu sampai barang ke tangan pembeli.

Karena itu, beberapa penjual memilih mencantumkan status pre order untuk memberi jeda waktu tambahan.

Tips Belanja Agar Tidak Pre Order

Bagi Anda yang tidak ingin mengambil risiko barang datang terlambat, berikut beberapa tips agar bisa mendapatkan produk ready stock:

1. Gunakan Filter “Ready Stock”

Hampir semua marketplace menyediakan fitur filter.

Pilih opsi “Ready Stock” atau “Siap Dikirim” agar hanya produk yang tersedia langsung muncul di pencarian.

2. Periksa Estimasi Pengiriman

Sebelum checkout, cek bagian deskripsi produk.

Biasanya penjual mencantumkan estimasi kirim, misalnya “dikirim 1x24 jam” atau “pre order 7 hari”.

Baca Juga: Sejarah dan Perkembangan UM Metro: Dari Merger STIE hingga Buka Prodi S2 dan Sains Biomedis

Jangan tergoda harga murah tanpa membaca detail tersebut.

3. Belanja Lebih Awal

Semakin dekat ke Hari Raya, semakin tinggi kemungkinan produk menjadi pre order.

Idealnya, belanja baju Lebaran dilakukan 3–4 minggu sebelum Lebaran untuk menghindari keterlambatan.

4. Cek Rating dan Ulasan Toko

Toko dengan rating tinggi dan ulasan positif biasanya lebih transparan soal stok dan waktu pengiriman.

Baca Juga: Blak-blakan di Podcast Mahfud MD, Amerika Dinilai Menghalangi Perdamaian Palestina

Hindari toko baru tanpa review jika waktunya sudah mepet.

5. Chat Penjual Sebelum Membeli

Jangan ragu bertanya langsung kepada penjual mengenai ketersediaan stok dan kepastian waktu kirim.

Simpan bukti percakapan sebagai antisipasi jika terjadi kendala.

6. Pilih Pengiriman Instan atau Same Day

Jika memungkinkan, pilih opsi pengiriman instan atau same day, terutama jika membeli dari penjual satu kota.

Jangan Sampai Baju Lebaran Datang Setelah Hari Raya

Belanja online memang memudahkan, tetapi tetap membutuhkan ketelitian.

Status pre order bukan berarti buruk, hanya saja kurang cocok jika Anda membeli dalam kondisi terburu-buru.

Memahami pola pasar jelang Lebaran bisa membantu Anda mengambil keputusan lebih bijak.

Dengan perencanaan yang matang, baju Lebaran impian tetap bisa didapat tanpa drama keterlambatan.

Ingat, jangan hanya fokus pada model dan harga, tetapi juga pastikan status stoknya.

Supaya momen Lebaran tetap percaya diri dengan outfit baru yang tiba tepat waktu.***