POJOKSATU.id - Empat bulan di Pojoksatu bukan hanya tentang menulis berita game atau mengedit video.
Bagi saya, perjalanan bersama Maganghub ini menjadi titik balik yang mengubah cara saya melihat dunia kerja, tanggung jawab, dan mimpi yang ingin saya capai.
Saya datang sebagai lulusan baru dengan semangat besar, lalu pulang dengan versi diri yang jauh lebih matang.
Baca Juga: Bukan Sekadar Terima Bansos, 18 Juta KPM Didorong Jadi Pengusaha Lewat Kopdes!
Melalui Maganghub, saya menemukan kesempatan magang di PT Pojok Satu Indonesia yang membuka pintu pengalaman nyata di industri media digital.
Di balik layar konten Pojok Gaming, ada proses belajar, tekanan deadline, revisi, dan rasa bangga yang sulit saya lupakan.
Perkenalkan, nama saya Muhammad Naufal Fadhlurrahman, lulusan Sekolah Vokasi IPB jurusan Komunikasi Digital dan Media.
Sejak kuliah, saya memang tertarik dengan dunia konten dan media digital, khususnya yang berkaitan dengan industri game.
Baca Juga: Antusiasme Tinggi, Rela Menunggu Sejak Dini Hari demi Pembukaan Klaster 2 Mudik Gratis DKI Jakarta!
Saya ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan minat sekaligus keahlian saya.
Awal Perjalanan Magang
Saya mengetahui program MagangHub dari pencarian informasi seputar platform magang terpercaya.
Baca Juga: STIM Budi Bakti Bekasi, Kampus Manajemen Berakreditasi B yang Kini Dikelola Dompet Dhuafa
Saat itu, saya sedang mencari tempat yang bisa memberi saya pengalaman nyata, bukan sekadar formalitas.
Ketika melihat peluang magang di PT Pojok Satu Indonesia melalui MagangHub, saya merasa ini kesempatan yang tidak boleh saya lewatkan.
Awal Perjalanan di Divisi Pojok Gaming
Baca Juga: STIM Budi Bakti Bekasi, Kampus Manajemen Berakreditasi B yang Kini Dikelola Dompet Dhuafa
Saya diterima sebagai Social Media Specialist untuk akun Pojok Gaming. Hari pertama terasa campur aduk antara bangga dan gugup.
Saya sadar, ini bukan lagi tugas kuliah dengan tenggat fleksibel. Ini dunia kerja yang menuntut profesionalisme.
Tugas utama saya adalah membuat naskah berita game terbaru, melakukan voice over, dan mengedit video untuk kebutuhan konten media sosial.
Baca Juga: Antusiasme Tinggi, Rela Menunggu Sejak Dini Hari demi Pembukaan Klaster 2 Mudik Gratis DKI Jakarta!
Setiap hari saya harus update dengan perkembangan industri game, membaca berbagai sumber, lalu mengemasnya menjadi konten yang informatif dan menarik
Ritme Kerja yang Mengajarkan Disiplin
Bekerja di media digital berarti harus cepat dan tepat. Berita game bisa berubah dalam hitungan jam.
Baca Juga: STIM Budi Bakti Bekasi, Kampus Manajemen Berakreditasi B yang Kini Dikelola Dompet Dhuafa
Jika terlambat, konten menjadi kurang relevan. Dari sini saya belajar mengatur waktu dengan lebih disiplin.
Saya membiasakan diri membuat daftar prioritas harian. Saya juga belajar bahwa kualitas tidak boleh dikorbankan meski dikejar waktu.
Proses revisi dari atasan dan tim menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pekerjaan saya.
Tantangan yang Menguji Mental dan Konsistensi
Baca Juga: Masjid Agung Garut, Jejak 1809 yang Menyatu dengan Alun-alun dan Denyut Sejarah Kota Intan
Tantangan terbesar saya adalah menjaga konsistensi ide dan kualitas konten. Tidak setiap hari inspirasi datang dengan mudah.
Ada kalanya saya merasa lelah atau kehabisan sudut pandang dalam menyampaikan berita.
Selain itu, melakukan voice over juga menjadi tantangan tersendiri. Saya harus memastikan intonasi, artikulasi, dan emosi sesuai dengan isi berita.
Baca Juga: Masjid Agung Garut, Jejak 1809 yang Menyatu dengan Alun-alun dan Denyut Sejarah Kota Intan
Editing video pun menuntut ketelitian, mulai dari pemilihan potongan gambar hingga sinkronisasi audio.
Namun, justru dari tantangan itu saya belajar untuk tidak mudah menyerah.
Keterampilan yang Saya Kembangkan
Baca Juga: STIM Budi Bakti Bekasi, Kampus Manajemen Berakreditasi B yang Kini Dikelola Dompet Dhuafa
Selama empat bulan magang, saya merasakan peningkatan signifikan pada kemampuan saya. Saya menjadi lebih terampil dalam:
1. Menulis naskah yang ringkas, jelas, dan engaging.
2. Mengolah informasi menjadi konten yang mudah dipahami audiens.
3. Menggunakan tools editing video secara lebih efisien.
Baca Juga: Masjid Agung Garut, Jejak 1809 yang Menyatu dengan Alun-alun dan Denyut Sejarah Kota Intan
4. Mengelola waktu dan bekerja dengan deadline ketat.
Yang paling penting, saya belajar bekerja secara lebih profesional.
Saya memahami pentingnya komunikasi yang jelas, tanggung jawab terhadap tugas, dan sikap proaktif dalam tim.
Perubahan Cara Berpikir dan Sikap
Baca Juga: STIM Budi Bakti Bekasi, Kampus Manajemen Berakreditasi B yang Kini Dikelola Dompet Dhuafa
Magang ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis saya, tetapi juga membentuk karakter saya.
Saya menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan ide. Saya juga lebih terbuka terhadap kritik.
Dulu, saya sering menganggap revisi sebagai tanda kegagalan. Sekarang, saya melihat revisi sebagai proses untuk berkembang.
Baca Juga: Masjid Agung Garut, Jejak 1809 yang Menyatu dengan Alun-alun dan Denyut Sejarah Kota Intan
Saya belajar bahwa dunia kerja menuntut mental yang kuat dan kemauan untuk terus belajar
Dampak Besar untuk Masa Depan Saya
Pengalaman di PT Pojok Satu Indonesia melalui MagangHub memberi saya gambaran nyata tentang industri media digital.
Saya tidak lagi membayangkan dunia kerja sebagai sesuatu yang abstrak. Saya sudah merasakannya langsung.
Baca Juga: STIM Budi Bakti Bekasi, Kampus Manajemen Berakreditasi B yang Kini Dikelola Dompet Dhuafa
Magang ini memperjelas arah karier saya. Saya semakin yakin ingin berkarier di bidang konten digital dan industri kreatif, khususnya yang berkaitan dengan game dan media sosial.
Penutup
Empat bulan ini mungkin terasa singkat, tetapi dampaknya sangat besar dalam hidup saya.
Saya datang sebagai lulusan baru yang penuh harapan, dan saya pulang dengan bekal pengalaman, keterampilan, serta mental profesional yang lebih kuat.
Baca Juga: STIM Budi Bakti Bekasi, Kampus Manajemen Berakreditasi B yang Kini Dikelola Dompet Dhuafa
Saya berharap pengalaman saya bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa atau fresh graduate lainnya untuk berani mengambil kesempatan magang yang menantang.
Karena bagi saya, langkah kecil untuk mencoba bisa menjadi awal dari perubahan besar.
Perjalanan saya di PT Pojok Satu Indonesia bersama MagangHub membuktikan satu hal.
Baca Juga: WNI WNI
ketika kita diberi kesempatan dan mau belajar dengan sungguh-sungguh, kita tidak hanya bekerja untuk perusahaan, tetapi juga sedang membangun masa depan kita sendiri.***

