POJOKSATU.ID - Tidak pernah terpikir oleh saya sebelumnya bahwa perjalanan setelah lulus kuliah justru membawa saya ke dunia media digital yang penuh dinamika.
Saya, Silva Aprilia, fresh graduate S1 Teknik Informatika dari Universitas Majalengka.
Sebelumnya saya sempat berada di fase paling membingungkan dalam hidup.
Baca Juga: Ekowi Desak Presiden Alihkan Guru PPPK Jadi PNS, Sentil Soal Pensiun 'Hanya Ucapan Terima Kasih?'
Di satu sisi, saya ingin segera bekerja, meski waktu itu baru selesai sidang skripsi.
Namun di sisi lain, ada rasa takut belum mampu, belum siap, dan perasaan malu kepada orang tua jika setelah lulus nanti tidak langsung mendapat pekerjaan.
Di tengah kebingungan itu, saya akhirnya dipertemukan dengan sebuah peluang melalui Program Magang Nasional MagangHub tepatnya di Perusahaan Pojoksatu.
Baca Juga: Hajjah Sanah Disambar Petir di Depan Pintu Rumah, Api Membesar Melahap Semua Isi Warung
Mengikuti program MagangHub di PT Pojoksatu Indonesia bukan sekadar pengalaman magang bagi saya.
Ini adalah perjalanan belajar bertahan hidup di kota orang, menghadapi tekanan kerja nyata, serta proses mengenal diri sendiri lebih dalam.
Dari seseorang yang penuh ragu, saya perlahan belajar untuk berdiri lebih mandiri dan percaya pada kemampuan diri.
Keberanian untuk Mencoba
Setelah sidang skripsi, saya berada di fase penuh keraguan.
Keinginan untuk segera bekerja bercampur dengan rasa takut belum siap dan perasaan tidak enak kepada orang tua jika setelah lulus nanti tidak langsung mendapat pekerjaan.
Di titik itu, saya menyadari bahwa menunggu tanpa mencoba hanya akan membuat saya diam di tempat.
Keberanian untuk mencari peluang menjadi langkah awal saya untuk keluar dari kebingungan dan mulai bergerak.
Mengenal Magang Nasional MagangHub
Pertama kali saya mengenal Program Magang Nasional MagangHub melalui media sosial, lalu mencari informasi lebih lanjut dari sumber resminya.
Baca Juga: Bukan CPNS! Ini Alasan Mengejutkan Pemkot Sorong Pilih Angkat PPPK
Program ini terasa relevan bagi fresh graduate seperti saya yang membutuhkan pengalaman kerja nyata.
Tanpa banyak berfikir, saya langsung mendaftar, siapa tau di depan sana ada keberuntungan.
Sehingga saya bisa belajar langsung di dunia profesional dan menambah bekal sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja.
Baca Juga: Nyawa Pelajar Melayang di Tual, Diduga Dianiaya Anggota Brimob, Kapolri: Ini Nodai Marwah Institusi
Saat itu saya mencoba daftar di 3 Perusahaan, salah satunya di Pojoksatu dengan posisi Creator Artikel, karena kebetulan saya suka menulis.
Proses Seleksi Media Digital
Tak disangka Perusahaan Pojoksatu meloloskan saya dari tahap pendaftaran dan masuk ke tahap seleksi wawancara serta tes tulis.
Proses seleksi dilakukan secara daring melalui Google Meet.
Baca Juga: Nyawa Pelajar Melayang di Tual, Diduga Dianiaya Anggota Brimob, Kapolri: Ini Nodai Marwah Institusi
Saat itu saya merasa gugup karena latar belakang pendidikan saya teknik informatika, yang mana itu tidak relevan dengan posisi yang saya lamar.
Sementara peserta lain terlihat lebih unggul karena latar belakang pendidikannya kebanyakan sesuai dengan posisi Creator Artikel.
Namun berbekal ketertarikan saya dalam bidang menulis membuat saya mencoba menjawab pertanyaan dengan jujur dan menyampaikan bahwa saya tertarik juga untuk belajar menulis di media digital.
Ketika tahap tes tulis dan wawancara usai, saya dinyatakan lolos.
Baca Juga: Nyawa Pelajar Melayang di Tual, Diduga Dianiaya Anggota Brimob, Kapolri: Ini Nodai Marwah Institusi
Saat itu saya merasa senang sekaligus menyadari bahwa tanggung jawab besar telah menanti.
Awal yang Baru di Pojoksatu
Keputusan mengikuti magang membuat saya harus merantau ke Bogor dan hidup mandiri di kos untuk pertama kalinya, tanpa pengalaman sama sekali.
Hari-hari awal terasa menegangkan karena harus beradaptasi dengan lingkungan dan ritme kerja baru.
Baca Juga: Hajjah Sanah Disambar Petir di Depan Pintu Rumah, Api Membesar Melahap Semua Isi Warung
Memasuki dunia kerja di PT Pojoksatu Indonesia membuka pandangan saya tentang bagaimana media digital bekerja secara cepat, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
Belajar Menulis Artikel, SEO, dan Ritme Kerja Media
Selama magang, saya belajar menulis artikel berbasis data dan informasi yang akurat, sekaligus memahami pentingnya SEO dalam media digital.
Penempatan kata kunci, struktur artikel, dan judul menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Baca Juga: Bukan CPNS! Ini Alasan Mengejutkan Pemkot Sorong Pilih Angkat PPPK
Saya juga belajar tentang ritme kerja media, mulai dari target kerja harian atau KPI, hingga sistem jadwal libur yang harus bergilir demi menjaga arus informasi tetap berjalan.
Tantangan dan Pembelajaran
Berada di lingkungan baru bukan hal yang mudah bagi saya yang cenderung pemalu.
Culture shock sempat saya rasakan, baik dari sisi orang sekitar maupun dunia kerja.
Baca Juga: Bukan CPNS! Ini Alasan Mengejutkan Pemkot Sorong Pilih Angkat PPPK
Namun dari situ saya belajar untuk beradaptasi, berani bertanya, dan tidak takut belajar dari kesalahan.
Perlahan, tantangan tersebut justru membentuk mental dan kedisiplinan saya.
Perubahan dan Harapan
Mengikuti program magang ini membawa perubahan besar dalam diri saya.
Baca Juga: Ekowi Desak Presiden Alihkan Guru PPPK Jadi PNS, Sentil Soal Pensiun 'Hanya Ucapan Terima Kasih?'
Saya menjadi lebih mandiri, lebih percaya diri, dan lebih memahami dunia kerja yang sesungguhnya.
Ke depan, saya berharap pengalaman selama Magang Nasional MagangHub ini dapat menjadi bekal berharga untuk melangkah ke jenjang karier berikutnya.
Serta terus bertumbuh sebagai pribadi yang lebih siap menghadapi masa depan.***

