POJOKSATU.ID – Progres pembangunan Jalan Tol Ciawi–Sukabumi terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Memasuki awal 2026, fokus pengerjaan kini berada pada Seksi 3 ruas Cibadak–Sukabumi Barat yang menjadi salah satu segmen krusial dalam mendukung kelancaran arus lalu lintas menuju selatan Jawa Barat.

Kabar baik bagi masyarakat, khususnya para pemudik, sebagian Seksi 3 Cibadak akses Karangtengah sepanjang 4,9 kilometer dipersiapkan untuk difungsikan tanpa tarif selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mengurai potensi kepadatan di jalur nasional Sukabumi yang selama ini kerap menjadi titik kemacetan saat musim libur panjang.

Baca Juga: Lowongan BPJS 2026 untuk S1 IT, Kontrak Full Time di Kantor Pusat, Daftar Sebelum 28 Februari!

Progres Konstruksi Seksi 3 Cibadak–Sukabumi Barat

Seksi 3 Tol Ciawi–Sukabumi memiliki panjang total sekitar 13,7 kilometer, membentang dari Cibadak hingga Sukabumi Barat.

Hingga awal 2026, progres konstruksi untuk sebagian ruas, khususnya akses Cibadak–Karangtengah sepanjang 4,9 kilometer, telah memasuki tahap akhir penyelesaian struktur utama dan pekerjaan perkerasan jalan.

Sejumlah pekerjaan yang dikebut meliputi penyelesaian rigid pavement, pemasangan guardrail, marka jalan, rambu lalu lintas, hingga sistem drainase.

Selain itu, uji kelayakan dan pemeriksaan keselamatan jalan juga menjadi prioritas sebelum ruas tersebut benar-benar difungsikan secara terbatas.

Baca Juga: Benarkah Sistem Politik Indonesia Terlalu Mahal? Bamsoet Ungkap Pesan Prabowo Soal Biaya Politik!

Secara teknis, ruas fungsional ini nantinya akan digunakan satu arah atau dua arah terbatas, tergantung skema rekayasa lalu lintas yang ditetapkan saat puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Jadi progres konstruksi seksi 3 arah Cibadak - Sukabumi yang sepanjang 13,7 km diperkirakan sudah 71,95 persen.

Maka dengan itu, sebagian seksi 3 arah Cibadak - akses Karangtengah untuk dukung kelancaran arus lalu lintas digemborkan 

Difungsikan Tanpa Tarif Saat Lebaran 2026

Pengoperasian sementara tanpa tarif pada 4,9 km Seksi 3 Cibadak–Karangtengah menjadi strategi penting untuk mengurangi beban lalu lintas di jalur arteri nasional.

Selama ini, jalur Cibadak dikenal sebagai salah satu titik rawan macet karena kondisi jalan yang berkelok, persimpangan padat, serta aktivitas pasar dan permukiman warga.

Dengan difungsikannya sebagian ruas tol ini, kendaraan dari arah Bogor maupun Jakarta yang menuju Sukabumi dapat memangkas waktu tempuh secara signifikan.

Arus kendaraan berat juga diharapkan lebih terdistribusi sehingga tidak seluruhnya menumpuk di jalur lama.

Baca Juga: Siapa Lebih Kaya? Data Resmi Ungkap Gaji Menteri Kalah Jauh dari Anggota DPR

Meski tidak dikenakan tarif selama periode fungsional, pengguna jalan tetap diimbau memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk batas kecepatan, jenis kendaraan yang diizinkan melintas, serta jadwal operasional yang kemungkinan bersifat situasional.

Dampak bagi Mobilitas dan Ekonomi Lokal

Keberadaan Tol Ciawi–Sukabumi secara keseluruhan diproyeksikan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.

Infrastruktur ini akan mempercepat konektivitas antara kawasan Jabodetabek dengan wilayah selatan Jawa Barat, termasuk kawasan wisata, pertanian, dan industri kecil menengah.

Pada momen Lebaran 2026, pengoperasian fungsional Seksi 3 diharapkan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pemudik, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi lokal.

Baca Juga: Rekomendasi Pasar Ramadan Terpopuler di Indonesia, Surga War Takjil Saat Ngabuburit

Akses yang lebih cepat dapat meningkatkan kunjungan ke pusat perbelanjaan, destinasi wisata, hingga sentra kuliner di Sukabumi.

Bagi masyarakat sekitar, keberadaan akses Karangtengah juga membuka peluang baru dalam hal pengembangan kawasan, baik untuk hunian maupun usaha penunjang.

Meski akan difungsikan sementara, penyelesaian penuh Seksi 3 tetap menjadi target utama agar dapat segera beroperasi secara komersial setelah seluruh persyaratan teknis dan administratif terpenuhi.

Tahapan berikutnya mencakup penyempurnaan fasilitas rest area, penyelesaian simpang susun, serta integrasi sistem transaksi tol.

Pemerintah dan badan usaha jalan tol terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar keselamatan dan kualitas konstruksi.

Dengan progres yang terus menunjukkan tren positif, masyarakat berharap keseluruhan ruas Tol Ciawi–Sukabumi dapat segera tersambung hingga Sukabumi Barat secara utuh.

Lebaran 2026 pun menjadi momentum penting untuk menguji kesiapan infrastruktur ini dalam melayani lonjakan kendaraan dalam jumlah besar.***