POJOKSATU.ID - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono dikabarkan telah mengundurkan diri dari Partai Gerindra.
Langkah tersebut disebut berkaitan langsung dengan pencalonan dirinya oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menduduki posisi strategis sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Kabar mundurnya Thomas dari partai berlambang burung garuda itu dikonfirmasi langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Sri Rahayu Edukasi Siswa SMAN 2 Karawang soal Demokrasi dan Literasi Digital
Prasetyo juga dikenal sebagai salah satu petinggi Partai Gerindra.
“Ya, sudah mengundurkan diri dari keanggotaan partai. Ya, dalam proses ini,” kata Prasetyo, dikutip pojoksatu.id dari Instagram @mediaindonesia 20 Januari 2026.
Pengunduran diri Thomas Djiwandono dinilai sebagai langkah etik dan konstitusional, mengingat jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia menuntut independensi penuh dari afiliasi politik.
Baca Juga: Terungkap! Black Box Pesawat ATR 42–500 Ditemukan di Ekor, SAR Lakukan Evakuasi Ekstrem
Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan nasional.
Thomas sendiri dikenal sebagai figur teknokrat yang lama berkecimpung di sektor keuangan.
Sebelum menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, ia memiliki rekam jejak panjang di dunia perbankan dan kebijakan fiskal.
Baca Juga: Kabar Baik Dunia Pendidikan, Lulusan D3 hingga S1 Berkesempatan Daftar CPNS 2026, Ini Penjelasannya
Pencalonannya sebagai Deputi Gubernur BI disebut-sebut merupakan bagian dari upaya Presiden Prabowo Subianto memperkuat jajaran pimpinan bank sentral dengan figur yang memiliki pemahaman mendalam soal fiskal dan moneter.
Meski berasal dari lingkaran Partai Gerindra, Thomas dinilai memiliki kapasitas profesional yang mumpuni.
Namun, demi menjaga kredibilitas dan independensi BI, keterkaitan dengan partai politik menjadi isu sensitif yang harus diselesaikan.
Baca Juga: DVI Ungkap Identitas Jenazah Pramugari Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Bernama Florencia Lolita
Langkah mundur dari Gerindra pun dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Thomas siap fokus pada tugas-tugas kenegaraan dan meninggalkan aktivitas politik praktis.
Hal ini sejalan dengan ketentuan dan praktik yang selama ini berlaku bagi pejabat di Bank Indonesia.
Prasetyo Hadi tidak merinci sejak kapan proses pengunduran diri tersebut dilakukan.
Namun ia memastikan bahwa secara prinsip, Thomas sudah tidak lagi menjadi bagian dari keanggotaan Partai Gerindra.
Pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI sendiri masih akan melalui tahapan lanjutan, termasuk uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI.
Proses ini akan menjadi penentu apakah ia resmi mengisi posisi penting di bank sentral.
Baca Juga: Negara Tak Boleh Abai, Guru Madrasah Swasta Menanti Keberpihakan Negara yang Lebih Nyata
Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, figur Deputi Gubernur BI memiliki peran strategis dalam merumuskan kebijakan moneter, menjaga stabilitas nilai tukar, serta mengawal ketahanan ekonomi nasional.
Publik pun menanti kelanjutan proses pencalonan Thomas Djiwandono, sekaligus melihat bagaimana langkah politik yang ditinggalkannya beralih ke panggung kebijakan ekonomi nasional.***

