POJOKSATU.ID - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menjadi perhatian publik.
Menjelang pergantian tahun, banyak pelaku UMKM mulai bertanya, kapan pembukaan KUR BRI dibuka lagi tahun 2026 dan apa saja yang harus disiapkan agar pengajuan berjalan lancar.
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi terkait jadwal pembukaan KUR BRI 2026.
Namun, merujuk pada pola tahun-tahun sebelumnya, program KUR umumnya kembali dibuka pada awal tahun anggaran, setelah pemerintah menetapkan kebijakan dan plafon KUR nasional.
Baca Juga: Apakah Subsidi Listrik Masih Berlaku pada 2026? Ini Arah Kebijakan Pemerintah
KUR merupakan program pembiayaan bersubsidi pemerintah yang disalurkan melalui perbankan, termasuk BRI sebagai penyalur terbesar.
Karena menggunakan dana dan subsidi negara, pembukaannya sangat bergantung pada keputusan pemerintah pusat dan kesiapan anggaran tahun berjalan.
Biasanya, KUR mulai aktif kembali pada kisaran Januari hingga Februari, setelah ada penyesuaian regulasi, suku bunga, dan target penyaluran.
Oleh sebab itu, pelaku usaha diimbau mulai bersiap sejak akhir 2025 agar tidak tertinggal saat pendaftaran resmi dibuka.
Lalu, apa saja yang perlu disiapkan calon peminjam KUR BRI 2026?
Hal pertama yang wajib dipastikan adalah status usaha yang aktif dan berjalan.
KUR ditujukan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang benar-benar memiliki kegiatan usaha, baik usaha perdagangan, jasa, pertanian, maupun sektor produktif lainnya.
Dokumen administrasi juga menjadi syarat utama.
Calon peminjam perlu menyiapkan KTP, Kartu Keluarga (KK), serta surat keterangan usaha atau Nomor Induk Berusaha (NIB).
Untuk KUR dengan plafon lebih besar, biasanya dibutuhkan dokumen tambahan sesuai ketentuan bank.
Selain itu, calon debitur perlu memastikan riwayat kredit dalam kondisi baik.
Meskipun KUR ditujukan untuk UMKM, perbankan tetap melakukan pengecekan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Riwayat tunggakan kredit dapat menjadi kendala dalam pengajuan.
Hal penting lainnya adalah kesiapan rekening bank dan kelengkapan data diri.
Data yang tidak sinkron antara KTP, KK, dan dokumen usaha berpotensi memperlambat proses verifikasi.
Baca Juga: Rencana Kebijakan 2026, Pemerintah Akan Hapus Kompensasi Listrik untuk Rumah Tangga Mampu
Karena itu, pembaruan data sebaiknya dilakukan sejak dini.
BRI juga menekankan bahwa KUR bukan bantuan sosial, melainkan pinjaman produktif yang harus dikembalikan sesuai perjanjian.
Calon peminjam diharapkan memiliki perencanaan usaha yang jelas, termasuk kemampuan membayar cicilan.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap informasi yang menyebutkan pendaftaran KUR BRI 2026 sudah dibuka melalui tautan tertentu.
Informasi resmi hanya diumumkan melalui kanal resmi BRI dan pemerintah.
Tidak ada biaya pendaftaran atau perantara dalam pengajuan KUR.
Dengan persiapan yang matang, pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk mengakses pembiayaan KUR saat resmi dibuka pada 2026.
Program ini diharapkan kembali menjadi penggerak pertumbuhan usaha kecil dan pemulihan ekonomi nasional.***

