POJOKSATU.ID - Pasca banjir dan longsor melanda Sibolga pada akhir November 2025, pemerintah kota bersama Kemensos bergerak cepat menyalurkan bantuan pangan ke warga terdampak.
Dukungan ini tidak hanya datang dari pusat pemerintah daerah ikut ambil bagian, mendirikan dapur darurat dan menyalurkan paket sembako langsung ke masyarakat.
Penyaluran bantuan dilakukan di beberapa kelurahan, termasuk di Aek Parira dan lingkungan terdampak lain, untuk menjangkau korban banjir dan longsor.
Wali Kota Sibolga menyatakan komitmen memastikan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat singgah pengungsi terpenuhi.
Baca Juga: Reformasi TPG Digembar-gemborkan! Tapi Apakah Masalah Lama Guru Sudah Benar-Benar Diatasi?
Pemerintah juga memperhatikan fasilitas darurat dan hunian sementara.
Meski medan sulit dan akses banyak wilayah terputus, distribusi bantuan tetap dilakukan kadang melalui helikopter atau pesawat militer untuk menjangkau kawasan terisolir.
Ini memastikan bahwa bantuan tidak hanya tiba di pusat kota tapi juga ke desa-desa terpencil yang paling terdampak.
Di tengah duka karena korban jiwa terus bertambah jumlah orang meninggal di Sibolga dilaporkan mencapai 52 orang.
Baca Juga: Hujan Deras Mengguyur Beberapa Jam, Aek Doras Meluap, Kota Sibolga Kembali Banjir
Penyaluran bantuan pangan dan logistik menjadi bagian dari upaya penyelamatan sosial agar warga tetap bisa bertahan dan memulihkan kehidupan pasca bencana.***

