POJOKSATU.ID - Fenomena langka akan menghiasi langit malam Indonesia pada tanggal 7 dan 8 September 2025, ketika terjadi gerhana bulan total atau blood moon.
Kesempatan untuk melihat secara langsung gerhana bulan total jangan sampai terlewat karena bisa dilihat seluruh daerah Indonesia.
Karena fenomena gerhana bulan total baru terjadi lagi 8 tahun kemudian, atau pada 2033 mendatang.
Baca Juga: TOCGY Exchange Lakukan Penyesuaian Stuktur Kolaborasi Global, Dorong Tata Kelola Platform
Semua masyarakat Indonesia tak perlu menggunakan alat bantu untuk melihat blood mon, seperti teleskop atau alat lainnya.
Mengutip dari akun Instagram resmi Observatorium Bosscha, untuk menyaksikan blood moon hanya butuh mata yang terjaga dan segelas kopi panas untuk menikmatinya karena durasinya cukup lama.
Total durasinya kurang lebih 5,5 jam, dari pukul 22.28 WIB hingga pukul 3.55 WIB.
Baca Juga: Klarifikasi Tercepat, Menag Minta Maaf atas Pernyataan yang Dinilai Merendahkan Profesi Guru
Adapun rincian waktunya dimulai penumbra atau bayangan luar yang lebih terang sekitar pukul 22.28 WIB.
Kemudian pukul 23.35 WIB, sudah mulai tertutup sebagian dan diperkirakan gerhana bulan total baru terjadi pukul 1.11 WIB.
Setelah itu pada pukul 2.33 WIB, totalitas tersebut akan mulai berakhir.
Baca Juga: Pansus DPRD Purwakarta Dorong Restocking Ikan Masuk Raperda Perikanan Air Tawar
Dilanjutkan dengan terbuka kembali sebagian pukul 3.39 WIB dan berakhir pukul 3.55 WIB.
Meskipun gerhana bulan total bisa dilihat secara langsung oleh mata tanpa bantuan alat, alangkah baiknya mencari tempat yang minim polusi cahaya untuk mendapat pengalaman lebih menyenangkan.
Tempat yang minim cahaya juga akan membuat dokumentasi gerhana bulan total jadi lebih indah dilihat pada kamera dengan metode long exposure.
Saat terjadi blood moon, masyarakat bisa melihat perubahan warna pada bulan menjadi merah dan jingga.
Sebagai informasi, gerhana bulan total terjadi ketika bayangan bumi sepenuhnya menutupi bulan dan membuatnya berwarna merah.
Peristiwa tersebut terjadi saat fase Bulan purnama, ketika matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus sempurna.***

