POJOKSATU.ID - Belum genap setahun, hampir semua pelaku UMKM di distrik Blok M Jakarta Selatan berpamitan kepada para pelanggannya di awal September 2025 ini.
Penutupan hampir semua kios kuliner di distrik Blok M Jakarta, bukan karena aksi penjarahan yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.
Pelaku UMKM yang bergerak di sektor kuliner, mengaku keberatan dengan harga sewa kios di distrik Blok M Jakarta yang mendadak naik drastis.
Baca Juga: PPG Guru Tertentu 2025 Tahap 1 Umumkan Kelulusan, Begini Cara Mengeceknya
Padahal mereka telah menghidupkan kembali kawasan tersebut sehingga ramai oleh para pengunjung.
Sebelumnya, kios-kios di area itu diisi oleh penjual sepatu, kacamata, hingga jam, hingga akhirnya perlahan ditinggalkan penjualnya.
Kawasan tersebut berubah jadi area yang kumuh dan terbengkalai, karena sudah sepi oleh aktivitas manusia.
Baca Juga: Cara Lengkap Isi DRH PPPK Paruh Waktu 2025, Batas Akhir 15 September
Hingga pada akhir tahun 2024, sejumlah pelaku UMKM di sektor kuliner mengisi kios-kios tersebut.
Mereka juga merenovasi sendiri kios yang sudah terbengkalai hingga tertata cantik dan berhasil menarik kembali para pengunjung.
Namun, pihak pengelola diduga menaikkan harga sewa secara sepihak ketika kios-kios tersebut sedang ramai-ramainya.
Baca Juga: Sosok Syahdan Husein, Admin Gejayan Memanggil Ditangkap Polisi, Keluarga Diintimidasi
Bagi pelaku UMKM, kenaikan yang diminta dirasa tak masuk akal karena mencapai 500 persen dari harga semula.
"Tanpa basa-basi, oknum naikin harga sepihak menjadi Rp15 juta per bulan," tulis owner Nasi Matah Blok M, dikutip POJOKSATU.ID dari akun TikTok @atikazzz17, Selasa, 2 September 2025.
Dari informasi yang beredar di media sosial, harga sewa yang awalnya hanya Rp2 juta hingga Rp2,5 juta, naik menjadi Rp7,5 juta sampai Rp15 juta per bulan.
Baca Juga: Terkait Aliran Dana Demo Rusuh di Bandung, Begini Reaksi Polda Jabar
Akhirnya semua pelaku UMKM sektor kuliner di distrik Blok M atau Blok M Plaza 2 yang baru merasakan hasilnya berjualan, sepakat untuk menutup kios dan pindah ke tempat lain.
Kios-kios kuliner yang pamit, di antaranya Nasi Matah Blok M, Ice WS, Hi! Fruit, HoHiHoHeng, Cimol Keju, Ayam Renald, Goorih, dan masih banyak lagi kios lainnya.
Baca Juga: Aplikasi Kuis dan Ujian Online, Solusi Modern untuk Belajar dan Mengajar, Pilih yang Mana?
Sebelum menutup kiosnya, sebagian pelaku UMKM merusak terlebih dulu bagian-bagian kios.
Selain bentuk protes, hal tersebut dilakukan karena material bagian dalam kios yang dirusak dibeli dari uang pribadi, bukan dari pihak pengelola.***


