POJOKSATU.id - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Ahmad Syaikhu dan Ilham Habibie (ASIH) punya solusi agar pembangunan di Jabar dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bukan cuma yang kasat mata, melainkan juga yang tak kasat mata.

Hal itu diutarakan Ahmad Syaikhu dalam debat putaran kedua Pilkada Jabar 2024 di Hotel Patra, Kabupaten Cirebon, pada 16 November 2024.

Baca Juga: Ribuan Pendukung Padati Kampanye Akbar Pasangan Idola di Lapangan Kebon Pelok

Dalam kesempatan itu, cagub nomor urut 3 itu menyoroti tingginya angka perceraian di Jabar yang disebutnya sebagai bencana sosial.

"Tanpa konsep 'Repeh' (kerukunan/kedamaian), kesejahteraan sosial akan terhambat," ucap Syaikhu.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, perlu ada harmoni yang lebih dulu terbangun untuk menuju kesejahteraan.

Baca Juga: Ribuan Warga Margahayu Deklarasi Dukungan untuk Pasangan RIDHO

"Bagaimana kita bisa menciptakan masyarakat yang sejahtera jika nilai-nilai harmoni itu runtuh?" sambung dia.

Salah satu indikator rapuhnya harmoni sosial di Jawa Barat adalah tingginya angka perceraian.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, angka perceraian di Jabar pada 2023 mendapai lebih dari 100 ribu kasus.

Baca Juga: Bukan Curi Uang, Emak-Emak Terekam CCTV Gasak Sembako di Pasar Nganjuk

Dari jumlah tersebut, penyebab paling dominan adalah konflik rumah tangga dan faktor ekonomi.

Kedua hal itulah yang kemudian menjadi pemicu disintegrasi keluarga.

Kendati demikian, Syaikhu menekankan fenomena ini bukan hanya persoalan individu.

Melainkan juga mencerminkan lemahnya fondasi nilai yang diajarkan di masyarakat.

Karena itu, diperlukan pemimpin sebagai teladan yang menjaga keutuhan nilai keluarga.

Baca Juga: Gading Marten Kenalkan Pacar Baru ke Sang Ayah Roy Marten, Gisel Pilih Diam

"Bagaimana harmoni bisa tercipta jika pemimpin justru meminta para suami menggugat cerai istrinya?" kata Syaikhu dalam kritiknya.

Kebijakan pemimpin daerah sebelumnya cenderung fokus pada pembangunan fisik, seperti infrastruktur jalan, jembatan, dan fasilitas publik.

Meski pembangunan fisik penting, namun pendekatan tersebut kurang menyentuh sisi sosial dan budaya masyarakat.

Baca Juga: Bom Seberat 907 Kg Hantam Apartemen di Lebanon hingga Hancur Lebur

Program untuk memperkuat ketahanan keluarga atau harmoni sosial seringkali tidak menjadi prioritas.

Beberapa program berbasis komunitas, seperti pelatihan keluarga harmonis atau penyuluhan nilai budaya, tidak berjalan optimal.

Akibatnya, perceraian, konflik sosial, dan masalah harmoni keluarga terus meningkat.

Baca Juga: Amanda Manopo Tegaskan Menolak Operasi Plastik, Pilih Kecantikan Alami dengan Perawatan Tepat

Berpasangan dengan Ilham Habibie yang seorang teknokrat, pasangan ASIH menawarkan visi besar untuk menghidupkan kembali nilai Repeh dan Rapih.

Syaikhu bersama putra sulung Presiden ketiga RI BJ Habibie itu menekankan keseimbangan antara pembangunan fisik dan harmoni sosial.

Pasangan ASIH berharap, kolaborasi keduanya bisa membawa Jawa Barat menuju kemajuan dan kesejahteraan.

"Tidak hanya terlihat secara kasat mata, tetapi juga dirasakan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari," tandasnya.***