POJOKSATU.id - Polresta Kendari memberikan tanggapan terkait peristiwa penyerangan yang dialami oleh seorang Imam Masjid Al Ikhlas di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Minggu (3/12/2023).
Imam bernama Andi Amsal diserang menggunakan senjata tajam saat sedang wudu untuk melaksanakan salat magrib oleh seorang pria.
Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Firtayadi, menjelaskan bahwa motif penyerangan ini dipicu oleh persoalan lama yang terjadi sejak tahun 2019 dan 2020.
Baca Juga: Seorang Remaja Curi Uang Kotak Amal Masjid Terekam CCTV Sambil Pura-pura Main HP
"pada 2019 dan pada tahun 2020 terjadi kesalahpahaman antara andi amsyal dan edi terduga pelaku, yaitu terkait pelaksanaan adzan serta iqamah salat magrib. lalu permasalahan tersebut telah diselesaikan oleh nasarudin sebagai ketua pengurus masjid al ikhlas. dimana andi amsyal waktu itu tunjuk menjadi imam masjid," ungkap fitarayadi pada kamis (7/12/2023)
Beberapa tahun kemudian, Edi tidak senang dengan keberadaan Imam Masjid Andi Amsal karena dianggap jarang hadir dalam kegiatan yang diadakan oleh pengurus masjid.
"bahwa pada saat pelaksanaa salat di masjid al ikhlas, imam masjid (korban) sering alpa dalam memimpin salat," ungkapnya.
Edi mengajak korban untuk berduel, dan keributan terjadi, mengakibatkan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam oleh Edi, yang juga merupakan pengurus masjid Al Ikhlas.
Baca Juga: Terekam CCTV, Aksi Modus Wanita Bersepeda Pura-pura Tertabrak Mobil di Tulungagung
Dalam video yang diterima, terlihat Amsal sedang mengambil wudu di pelataran masjid ketika pelaku mendekatinya.
Keduanya terlibat duel, dan pelaku mengambil barang yang diduga senjata tajam jenis badik. Pelaku mengejar korban hingga keluar ke pelataran masjid, di mana korban melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Menurut keterangan Amsal, pelaku sempat mendapatkan tendangan darinya sebelum mengambil badik dan mengejar.
“Saya sudah membuat laporan ke Mapolresta Kendari pas malamnya setelah kejadian,” kata Amsal saat ditemui awak media, Kamis (7/12).
Setelah kejadian, Amsal membuat laporan ke polisi dan mengaku takut untuk kembali ke masjid tersebut, mengkhawatirkan kemungkinan penyerangan atau luka-luka lebih lanjut.
Baca Juga: Viral Pria di Bekasi Curi Kursi Roda Kakek Tunawisma yang Tidur di Emperan Toko
Peristiwa penyerangan terjadi pada Minggu, 3 Desember 2023, sekitar pukul 17.47 WITA. Korban melakukan wudhu ketika Edi mengeluarkan kata-kata menggertak dan hendak melakukan pemukulan.
Terjadilah perlawanan dan ancaman saling mengancam, dan Edi kemudian mengambil senjata tajam jenis badik untuk mengejar korban.
Andi Amsal melarikan diri ke arah jalan raya dan meminta pertolongan kepada pihak kepolisian yang sedang melakukan pengamanan arus lalu lintas.
Setelah mendapat pengancaman tersebut, Andi Amsal langsung menuju Mako Polresta Kendari dan membuat laporan pengaduan.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penanganan di Polresta Kendari.***

