POJOKSATU.id - Kasus mahasiswa bunuh diri Caroline Angelica menambah panjang kasus mahasiswi yang mengakhiri hidup dengan cara tak wajar.
Setelah mahasiswi Unnes Nadaa Jiilaana bunuh diri, sederet peristiwa bunuh diri lainnya terus bermunculan.
Peristiwa bunuh diri Nadaa Jiilaana memang terjadi pada 10 Oktober 2023 lalu.
Baca Juga: Masuk DCT Dapil 8 Cirebon Indramayu, Keponakan Taufiq Kiemas, Timur Optimis Raih Suara Maksimal
Akan tetapi setelah peristiwa mahasiswi Unnes bunuh diri, terjadi sejumlah serentetan bunuh diri di sejumlah daerah.
Kali ini bunuh diri juga dilakukan seoran mahasiwi yang diketahui bernama Caroline Angelica.
Yang dilakukan Caroline Angelica untuk mengakhir hidup memang tidak sama seperti yang dilakukan Nadaa Jiilaana.
Baca Juga: Tak Tahan Disamakan dengan Suneo, Farida Nurhan Jalani Operasi Plastik Hidung
Akan tetapi terdapat sejumlah kesamaan antara keduanya.
Salah satunya adanya surat wasiat yang ditemukan polisi.
Surat wasiat tersebut ditemukan polisi di dalma saku celana mahasiswi berusia 21 tahun tersebut.
Caroline Angelica ditemukan sudah tak bernyawa di dalam mobil Honda Jazz hitam nopol AG 1484 BY.
Warga Dhoho, Kota Kediri tersebut ditemukan di dalam mobil pada Minggu 5 November 2023 sekitar pukul 05.30 WIB.
Mulanya, satpam curiga dengan mobil yang terparkir di halaman aparteman Royal Bisnis, Kecamatan Waru, Sidoarjo.
Karena curiga, satpam lantas mengecek dalam mobil itu melalui kaca jendela mobil.
Baca Juga: Unggahan Istri CEO Grab jadi Malapetaka, Langsung Donasi Rp3,5 Miliar untuk Rakyat Palestina
Dan ternyata didapati seorang wanita yang sudah tak lagi bergerak.
Wanita tersebut duduk di kursi jok kemudi dengan seluruh kaca mobil tertutup rapat.
Hal itu lantas langsung dilaporkan ke pihak manajemen apartemen yang meneruskan ke kepolisian.
Baca Juga: Letkol Piper
Mendapati laporan itu, polisi langsung menuju ke TKP.
Di dalam mobil tersebut, polisi menemukan beberapa barang pribadi milik korban.
Antara lain, handphone dan kartu identitas diri.
”Ada handphone, dompet korban. Tabung helium juga. Surat tulisannya bahasa Inggris,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Waru Sidoarjo, AKP Ahmad Yani.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo menyebut, korban ditemukan duduk di jok kemudi.
Sementara kepala korban juga didapati terbungkus plastik dan leher dilakban.
Akan tetapi terdapat selang pada plastik tersebut yang mengarah ke bagian kepala.
Selang itu tersambung ke sebuah tabung berisi gas helium.
Sementara seluruh kaca mobil tertutup rapat dari dalam.
"Soal penyebab kematian korban masih kita dalami dan menunggu otopsi dari RS Bhayangkara Polda Jatim," ucapnya.***

