POJOKSATU.id - Kawasan wisata Gunung Bromo, Malang, Jawa Timur telah kembali dibuka untuk umum sejak 18 September 2023.
Sebelumnya kawasan wisata ini sempat mengalami penutupan akibat kebakaran hebat yang terjadi karena flare prewedding dan menghanguskan sekitar 989 hektar lahan.
Setelah proses pemadaman selesai dan beberapa kali diguyur hujan, savana Gunung Bromo kini terlihat kembali menghijau.
Rumput gosong yang sebelumnya terlihat dengan jelas kini mulai tersamarkan oleh rumput-rumput hijau baru yang tumbuh.
Baca Juga: Dalam Tahap Pendinginan, Kini Kondisi Savana Bromo sangat Memprihatinkan
Sebelumnya, diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun untuk mengembalikan vegetasi yang ada di sana melalui rehabilitasi yang tepat.
Namun, keindahan savana Gunung Bromo mulai terlihat kembali dalam waktu sekitar tiga pekan pasca insiden kebakaran.
Hal ini dapat dilihat melalui video yang diunggah oleh akun @momen.story7 di TikTok yang menunjukkan hampir seluruh kawasan Gunung Bromo kembali hijau.
Meskipun ada beberapa area yang masih menunjukkan sisa kebakaran.
"Savana Bromo sudah mulai hijau kembali," tulis keterangan dalam video.
Baca Juga: Kebakaran Gunung Bromo Ternyata Dampak Menggunakan Flare dalam Foto Prewedding
Bahkan, pengunggahnya mengajak para wisatawan untuk kembali meramaikan kawasan wisata Gunung Bromo.
Sebagian warganet mengungkapkan bahwa tanah yang terbakar biasanya menjadi lebih subur.
Walaupun demikian, penting untuk menghindari peristiwa seperti ini guna mencegah kerugian yang lebih besar.
Sementara sebagian warganet lainnya mempertanyakan apakah bunga edelweis yang juga terbakar dapat tumbuh kembali.
Mengingat bahwa bunga ini memerlukan waktu yang lama untuk tumbuh dan mekar kembali.
"Bisakah edelweis kembali menghiasi bromo?" kata warganet.
"Kayanya nanti bakal lebih bagus pemandangannya," tulis warganet.
"Alhamdulillah bromoku kembali menghijau," ujar warganet lainnya.
"Kembali dengan versi yang lebih indah," tulis warganet.
"Rumput kering kalau terbakar cepat hidup kembali. Tapi kalau kering nunggu hijau lama banget, nunggu beberapa kali kena hujan dulu baru hijau," timpal lainnya.
Kini masyarakat di wilayah Tengger, Semeru sedang melakukan pembibitan bunga edelweis sendiri.
Karena bunga ini memiliki makna yang penting dalam ritual adat Suku Tengger. Bunga edelweis dianggap sebagai simbol keabadian.***
