POJOKSATU.id - Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap pesan misterius berupa curhatan yang ditemukan dalam laptop kasus kematian ibu dan anak bundir di Cinere, Depok.
Kematian ibu dan anak bundir di Cinere itu ramai jadi perbincangan saat penemuan mayat di Perumahan Bukit Cinere Indah, Depok, Jawa Barat pada Kamis 7 September 2023 lalu dan terungkap penyebabnya dari curhatan yang bikin miris.
Polisi menerangkan isi pesan yang serupa curhatan tersebut mengindikasikan untuk mengakhiri hidupnya.
Namun begitu, belum terungkap masalah apa yang sedang dihadapi ibu dan anak bundir di Cinere, Depok itu.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan, dua jenasah yang ditemukan dalam kamar mandi Grace Arijani Harahapan (64 tahun) dan anaknya David Ariyanto Wibowo (38) disimpulkan sebagai bundir dan bukan kriminal karena ada curhatan yang ditemukan di HP dan laptop.
"Dari file yang ditemukan kami bisa membuka lebih besar lagi petunjuk yang penting buat kami dan kita padukan dengan surat yang kami temukan di kamar daripada Ibu Kris," terang dia.
Hengki menyebutkan, hasil pemeriksaan yang dilakukan menggunakan metode scientific crime investigation sehingga terdapat dugaan kuat bahwa adanya niat dari dan David untuk mengakhiri hidupnya sejak tahun 2017.
Baca Juga: Ketagihan Judi Online, Pemuda di Depok Curi Uang di Warung Kelontong
Kedua korban melakukan bundir dengan cara mengurung diri di ruangan kamar mandi yang luasnya hanya 1,8 x 1 meter dengan tinggi 2,3 meter hingga kehilangan nafas.
Ruangan sempit itu kemudian seluruh ventilasinya ditutup oleh korban David.
Hal itu terlihat dari jejak-jejak DNA David yang ditemukan.
Selain itu, di ruangan itu ditemukan juga bekas pembakaran dupa.
Semasa hidupnya, ibu dan anak pelaku bundir di Cinere itu memiliki kepribadian tertutup, bahkan tidak percaya kepada orang lain atau paranoid.
Ketua Asosiasi Psikologi Forensik Indonesia (APSIFOR), Nathanael EJ Sumampouw, menjelaskan kepribadian ibu dan anak bundir di Cinere dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.
"Kecenderungan delusional itu, ada kondisi depresi, dia menarik diri, kurang merawat diri. Jadi kami menemukan pada ibu Grace memiliki kepribadian paranoid," jelas Nathanael.
Sedangkan David, memiliki ciri kepribadian skizoid. "Ada frustasi hingga mengarah ke frustasi, pemikiran yang aneh, istilahnya bizarre, ketidakmampuan pribadi dan rasa bersalah serta ketidakberdayaan," tambah psikolog itu.
Karena itu, tindakan ibu dan anak bundir di Cinere ini diduga kuat diiniasi oleh David.
David juga terlalu banyak menghabiskan waktu di dunia maya, orang yang akhirnya pasif.
Kondisi itu terungkap dalam curhatan bertuliskan 'to You whomever'.
Pesan yang sudah diartikan ke dalam bahasa Indonesia mempunyai arti Jika ada yang membaca ini maka itu saya sudah mati bersama ibu saya.
Baca Juga: Musim Kemarau Berkepanjangan, Ratusan ASN Pemkot Depok Laksanakan Sholat Istisqa
Selain itu, Polsi juga menemukan pesan lainnya yang ditulis di dalam telepon genggam milik korban yang berusaha mengakhiri hidupnya sejak lama.
Dalam pesan yang ditulis didalam hp milik (DAW) anak korban, dirinya mengalami kepedihan mendalam terkait penyakit ibunya.
Pesan tersbut ditemukan di dalam hp milik anaknya yang ditulis sejak 23 Februari 2017 dan dna ditemukan hp itu.
Pesan tersebut berbunyi: saya sudah capek dengan kehidupan saya, capek dengan semua kebohongan saya capek dengan mamah saya yang delusional dan tidak pernah sadar sadar, saya sudah depresi selama 2 tahu saya mau bunuh diri.***
