POJOKSATU.id - Setelah melalui pemeriksaan dan penyidikan, kronologi mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian terungkap.
Redho dimutilasi oleh 2 pelaku yakni waliyin (29), warga Magelang dan RD (38) warga DKI Jakarta.
Semua itu ternyata bermula dari pertemuan ketiganya melalui media sosial.
Dimana antara Waliyin, RD dan Redho, sama-sama tergabung dalam sebuah komunitas.
Karena memiliki minat yang sama dan terjadi kecocokan, ketiganya sepakat untuk melakukan pertemuan.
Pertemuan antara kedua pelaku dan korban itu dilakukan di tempat kos Waliyin.
Baca Juga: Durian Baret
Seperti apa kronologi mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian?
Kopi Darat
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIJ Kombes Pol FX Endriadi mengungkap, mutilasi mahasiswa UMY itu bermula dari perkenalan ketiganya.
Disebut Endriadi, ketiganya merupakan anggota sebuah komunitas yang memiliki grup media sosial Facebook.
Baca Juga: Anjal-Gepeng di Kota Serang Sulit Dihilangkan, Toyalis: Memang Mentalnya Seperti Itu
Komunitas itu sendiri juga disebut melakukan aktivitas yang tidak wajar.
Sayangnya, Endriadi sama sekali tidak menjelaskan secar rinci 'aktivitas tidak wajar' yang dimaksudnya.
Hanya saja dia menyebut bahwa aktivitas komunitas itu berhubungan dengan kekerasan.
Baca Juga: KA Brantas Kecelakaan di Semarang Berisi 626 Penumpang, Rem Mendadak Penumpang Kejedut
Endriadi menyatakan bahwa antara korban dan pelaku mulai intens berkomunikasi setelah berkenalan sekitar 3 bulan lalu.
Dari komunikasi ketiganya sepakat untuk kopi darat.
Dimulai dari Waliyin yang mengundang RD dari Jakarta untuk datang ke Jogjakarta.
Baca Juga: Mengaku Cocok, Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko Pertemuan Tertutup 2 Jam dengan Prabowo
Tujuan dari undangan itu tidak lain adalah untuk bertemu dengan Redho.
Setibanya di Jogja, RD dijemput dan akhirnya menginap di tempat kos Waliyin di Dusun Krapyak, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman.
Sementara Redho akhirnya bergabung di tempat kos Waliyin pada Selasa 11 Juli 2023 dini hari.
Baca Juga: Jadwal Korea Open 2023 Hari Ini 19 Juli: 5 Wakil Indonesia Unjuk Gigi
Itu merupakan hari terakhir Redho disebutkan menghilang setelah tereka kamera CCTV tempat kosnya di Bantul.
"Mereka (korban dan pelaku) melakukan kegiatan berupa kekerasan satu sama lain dan terjadi berlebihan," ungkap Endriadi, Selasa 18 Juli 2023.
Dipotong, Dikuliti dan Direbus
Akibat kekerasan yang berlebihan yang dilakukan ketiganya itu pula yang akhirnya membuat Redho meregang nyawa.
Baca Juga: Ini Hasil Visum Tiara Maharani Usai Dianiaya Budyanto Djauhari yang dalam Pengaruh Sabu
Melihat Redho tidak bernyawa, Waliyin dan RD langsung panik.
Tapi keduanya kemudian sepakat dan memutuskan untuk menghilangkan jejak peristiwa di malam kejadian itu.
Agar tidak bisa dideteksi sekaligus menyulitkan polisi, kedua pelaku akhirnya memutuskan untuk memotong-motong tubuh korban.
Baca Juga: Soal Korban Penipuan Cek Kosong, Begini Sekarang Perkembangan Berkas Perkaranya
Hal pertama yang dilakukan pelaku adalah dengan memotong kepala, pergelangan tangan dan kaki.
Selanjutnya, Waliyin dan RD juga memotong bagian tubuh lainnya dan mahasiswa UMY itu.
Tidak hanya memotong. Kedua pelaku juga merebus bagian tubuh korban.
Baca Juga: Gabung Bayern Munich, Kim Minjae Janjikan Banyak Trofi
Merebus tubuh korban itu dilakukan untuk menghilangkan identitas korban, yakni berupa sidik jari.
"Untuk menghilangkan jejaknya, terhadap pergelangan tangan dan pergelangan kaki, pelaku merebusnya untuk menghilangkan sidik jarinya," beber Endriadi.
Sempat Istirahat
Setelah melakukan mutilasi terhadap tubuh mahasiswa UMY Redho Tri Agustian itu, beberapa potongan bagian tubuh kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik.
Selanjutnya, karena kelelahan, Waliyin dan RD sempat beristirahat sejenak.
Kemudian dilanjutkan dengan Waliyin yang langsung survei ke sejumlah lokasi.
Hal itu dilakukan untuk digunakan sebagai lokasi pembuangan potongan-potongan tubuh korban.
Baca Juga: Daftar Pemain Top Dunia Pindah ke Liga Arab Saudi, Kompatriot Ronaldo Paling Mahal
Barulah pada Selasa, 11 Juli 2023 sore, kedua pelaku membuang potongan tubuh Redho yang sudah dimasukkan ke dalam pastik ke sejumlah lokasi.
Potongan kepala dikubur di sekitar Sungai Krasak di Merdikorejo, Tempel.
Sementara potongan lainnya disebar selama perjalanan menuju tempat lokasi pembuangan.
Baca Juga: Unggah Foto Lawas, Sule Singgung Soal Nafkah Anak. Ternyata Begini Perjalanan Kariernya
Termasuk salah satunya di Sungai Bedog, Dusun Kelor, Turi.
Usai membuang seluruh bagian tubuh Redho ke sejumla lokasi, kedua pelaku kemudian kembali pulang ke tempat kos Waliyin.
"Kemudian pelaku yang berasal dari luar Jogja (RD) kembali ke domisilinya di Jakarta," ungkap Endriadi.
Baca Juga: Syahnaz Tetap Mesra dengan Jeje Govinda usai Mengaku Selingkuh, Begini Tanggapan Rendy Kjaernett
Meski demikian, Endriadi masih enggan menjelaskan 'aktivitas tidak wajar' yang dilakukan korban dan kedua pelaku itu.***



.webp)
