POJOKSATU.id, JAKARTA—Kasus video viral seorang pria diculik, dianiaya, lalu dibuang di Tanjung Priok, Jakarta Utara, ternyata terjadi pada 7 September lalu.
Korban inisial EY (28) akhirnya meninggal dunia setelah sempat dua hari dirawat di rumah sakit. Sementara kedua pelaku belum ditangkap polisi.
Dalam beberapa video viral yang beredar, terlihat korban sengaja diculik dua orang pelaku dari rumahnya di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Lalu dibawa pakai motor dengan posisi korban diapit di tengah.
Sementara pada video yang lain, korban yang berada persis di tengah, sengaja dibuang oleh kedua pelaku di pinggir jalan. Korban terdengar meraung-raung kesakitan saat ditemukan warga.
Baca Juga: Viral SPPG Diserbu Ibu-ibu Diduga Banyak Pakai Ayam Busuk, Disebut di Labura Sumut
Korban EY lalu dilarikan ke rumah sakit oleh warga.
Kasus yang terjadi pada tanggal 7 September 2026 ini pun baru viral di media sosial mulai Selasa (29/9).
Rekaman CCTV lainnya turut memperlihatkan para pelaku membawa EY ke jalanan sepi di Jalan Ampera, kemudian menelantarkan tubuh korban di sana.
Ketua RW 10 Kelurahan Kebon Bawang, Abdul Hamid mengatakan, tubuh korban baru dievakuasi ke rumah sakit beberapa saat kemudian.
"Saya ditelepon oleh Bapak Babinsa bahwa ada korban yang dibuang atau tergeletak di wilayah saya, di Ampera, dalam keadaan koma. Dari situ saya bilang kepada Babinsa, ini harus kita selamatkan," kata Abdul, Selasa (29/9/2026).
Baca Juga: Viral! Beredar Video Siswi MI di Jember Keracunan, Diduga Usai Santap Menu MBG
Korban kemudian dibawa oleh warga setempat ke rumah sakit.
Abdul mengungkapkan, kondisi terakhir korban cukup parah, dengan darah keluar dari mulutnya.
"Yang jelas sudah tidak sadar karena sudah muntah-muntah, bahkan muntah darah. Dia sudah tidak sadar," ucapnya.
Korban diketahui baru meninggal dunia dua hari setelah kejadian, yakni pada tanggal 9 September 2026.
Sementara itu, terkait penyebab penganiayaan yang dialami korban, Abdul mengungkapkan masalahnya karena urusan uang gadai motor.
Dari informasi yang diterima Abdul, korban menjanjikan uang kepada pelaku yang menggadaikan motor.Namun, uang itu tak kunjung diberikan, sementara motor sudah ada pada korban.
"Pokoknya dia diminta mengembalikan motor. Bagaimana caranya, begitu. Mungkin karena sudah kesal, akhirnya korban dihajar," ucap Abdul.
Adapun pelaku penganiayaan ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Saat ini, Polres Metro Jakarta Utara masih merampungkan penyidikan untuk mengungkap secara jelas kejadian ini.***



.webp)
