POJOKSATU.id, MEDAN-- Motif pembunuhan Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Indonesia Kabanjahe, Asprina Surbakti (38), belum dibeberkan polisi.

Motif tewasnya Wakil Rektor II IT &B diduga kuat adalah perampokan dan pencurian dengan kekerasan.

Lokasi penemuan jasadnya berada dalam kamar mandi rumahnya di Kompleks J-Kesain, Blok C1 Nomor 2, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumut, Jumat malam (25/9).

Di sisi lain, polisi berhasil mengamankan dua terduga pelaku di kawasan Pelabuhan Belawan dan Jermal XV, Medan Denai, Senin (28/9/2026).

Baca Juga: Sosok Jimmy Masrin yang Fotonya Terpajang di Kamar Mewah Lapas Kelas IIA Cibinong

Kasi Humas Polres Tanah Karo, AKP Pedoman Maha, membenarkan penangkapan tersebut.

“Iya, dua orang ditangkap. Saat ini sedang diperiksa penyidik untuk mengetahui motif dan modus operandi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (29/9/2026).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedua pelaku merupakan mantan kuli bangunan yang pernah bekerja di kompleks perumahan tempat korban tinggal.

Meski sudah tidak bekerja di sana, keduanya diduga kembali mendatangi lokasi dan memantau aktivitas korban yang tinggal seorang diri.

Polisi juga menyita mobil Mitsubishi XForce BK 1326 SAD milik korban yang sebelumnya dibawa kabur.

Baca Juga: KPK Dalami Aliran Uang Rp 3,5 Miliar ke Eks Ketua Umum HIPMI Buntut Kasus DJKA Medan

Diketahui, barang berharga milik korban seperti mobil dan ponsel pintarnya raib dari lokasi kejadian.

Kasi Humas Polres Karo, AKP Pedoman Maha, menjelaskan kasus bermula saat pihak kampus kehilangan kabar dari korban.

Mereka sudah berupaya menghubungi lewat sambungan telepon, namun tidak ada respons.

Hingga akhirnya, kampus menanyakan kabar korban ke keluarganya.

Kakak laki-laki Asprina lantas mendatangi rumah adiknya pada Jumat (25/9/2026) malam, sekira pukul 19.30 WIB.

Saksi bersama petugas keamanan mencoba memanggil korban, akan tetapi tak kunjung dibukakan pintu.

Mereka lalu mencoba mengecek ke dalam rumah korban.

"Ditemukan di kamar mandi, dilihat korban sudah meninggal dunia," tegas AKP Pedoman.***