POJOKSATU.id, BANJARMASIN—Sebanyak 117 korban KM Virgo Transport 8 masih belum ditemukan hingga 10 hari kejadian tenggelamanya kapal ini di Perairan Masalembo, Laut Jawa, Surabaya- Banjarmasin.
Banyak jasad korban yang meninggal masih terjebak di badan kapal. Tim penyelam gabungan berhasil menembus akses ke sejumlah kamar kapal yang terbalik, Minggu (13/9) dinihari.
Hingga Selasa malam (22/9), sebanyak 126 korban telah ditemukan, dimana 108 orang selamat dan 18 orang meninggal. Sementara 117 korban masih proses pencarian dari total 243 penumpang kapal.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan pencarian saat ini difokuskan pada bagian badan kapal, terutama kamar-kamar penumpang.
Tim SAR telah menemukan banyak penumpang yang terjebak di dalam bangkai kapal. Beberapa jasad masih terjebak lantaan terjepit.
"Fokus di sana, memang sudah banyak terlihat penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal,” jelas I Putu Sudayana dalam konferensi pers operasi SAR hari ke-10 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Selasa malam (22/9).
“Tadi beberapa korban sudah dicoba ditarik pakai tali tapi enggak bisa, ya. Sepertinya ada korban kejepit di dalam kapal atau apa yang menyebabkan seperti itu. Nah, besok dilanjutkan. Semoga evakuasi besok lancar," katanya dilansir Antara.
Baca Juga: Kenduri Kue Bulan Ramaikan Pecinan Cirebon, Gapura Winaon Bakal Diresmikan
Ia menjelaskan tim penyelam gabungan yang terdiri atas Basarnas Special Group (BSG), Kopaska dan Pangkoarmada II TNI AL, PT Jasalindo, dan unsur lain telah memecahkan kaca-kaca jendela di beberapa kamar.
Kaca dipecah untuk akses menuju ruang yang menjadi lokasi korban terjebak di dalam kapal.
Putu mengatakan proses evakuasi akan dilanjutkan pada Rabu (23/9) mulai pagi hingga sore hari dengan harapan kondisi cuaca lebih baik dan arus laut lebih tenang sehingga tim penyelam gabungan dapat melaksanakan lebih banyak proses evakuasi di dalam badan kapal.
Tim SAR gabungan akan memfokuskan pencarian ke kompartemen khususnya kamar tidur penumpang kelas ekonomi maupun kelas eksekutif.
Selanjutnya akan mempertimbangkan pencarian pada kendaraan yang berada di dalam kapal apabila kondisi memungkinkan dan aman bagi penyelam.
"Kendaraan di dalam kapal saling bertindih karena posisi kapal sudah tidak normal. Kalau memungkinkan dan aman pasti akan kita laksanakan. Operasi SAR ini harus mengutamakan keselamatan petugas," ujar I Putu Sudayana.***




