POJOKSATU.id, JAKARTA – Nusron Wahid ternyata sudah lebih enam bulan mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan Partai Golkar.
Sekjen Golkar Sarmuji menyebutkan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid telah mundur dari kepengurusan partai.
Nusron telah menyampaikan pengunduran dirinya secara langsung kepada Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia.
"Iya. Sudah lama. Seingat saya lebih dari enam bulan lalu. Pak Nusron menemui langsung Ketua Umum," kata Sarmuji saat dihubungi, Sabtu (19/9/2026).
Baca Juga: Total 9 Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 Teridentifikasi Tim DVI, Terbaru Pasangan Suami Istri
Sarmuji mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan Nusron memilih mundur dari kepengurusan Partai Golkar.
"Saya tidak tahu persis alasannya. Mungkin ingin fokus ke hal lain," ujar Sarmuji.
Meski tidak lagi menjadi pengurus DPP partai, Nusron tetap berstatus sebagai anggota Partai Golkar.
"Iya beliau tetap menjadi anggota Golkar," kata Sarmuji.
Diketahui, nama Nusron Wahid dalam beberapa hari terakhir menjadi pembicaraan setelah KPK menangkap empat orang kepercayaannya terkait kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Baca Juga: WNI di Nagoya Pamerkan Budaya Indonesia, Dukung Atlet Asian Games 2026
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, keempat orang yang sudah ditetapkan tersangka itu adalah Fahd El Fouz atau Fahd A Rafiq (FEZ), Arif Sugiyanto (ARF), Erwin (ERW), dan Muhammad Fakhry (MF).
"Saudara ARF selaku pihak swasta yang diduga sebagai orang kepercayaan menteri. Saudara FEZ selaku pihak swasta yang diduga orang kepercayaan menteri," kata Taufik dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
"Saudara ERW selaku pihak swasta yang diduga juga sebagai orang kepercayaan menteri dan terakhir Saudara MF selaku pihak swasta yang diduga juga orang kepercayaan menteri," ujar Taufik melanjutkan.
Untuk diketahui, Nusron Wahid adalah salah satu pengurus DPP Partai Golkar periode 2024-2029 pimpinan Bahlil Lahadalia.
Dalam struktur kepengurusan DPP Partai Golkar ini, Nusron menjabat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.***




