POJOKSATU.id, JAKARTA—Kondisi terbaru Febiona beru Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, dua siswa SMK di Karo Sumut yang keracunan menu MBG, dipaparkan manajemen RSCM Jakarta.

Dirawat secara intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sejak pertengahan September 2026, kondisi Febiona dan Agnesia Silitonga kini dilaporkan membaik dan hampir siap kembali pulang dan bersekolah.

"Jadi perawatannya di ruang rawat biasa. Pasien dapat berkomunikasi baik. Kedua adik kita ini sudah kami rawat. Dan Alhamdulillah saya ingin menyampaikan, hari ini kondisinya sudah baik dan jauh lebih baik," ujar Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, Dr dr Renan Sukmawan dalam konferensi pers, Rabu (16/9).

Baca Juga: Ciumbuleuit Jadi Lokasi Pembuangan Sampah Ilegal, Pemkot Bandung Ambil Tindakan

Pihak rumah sakit pun menargetkan agar kedua pasien dapat segera dipulangkan untuk menjalani rawat jalan mulai akhir pekan ini.

Langkah ini diambil agar mereka tidak tertinggal pelajaran dan bisa segera kembali bersekolah.

"Insyaallah segera kami rencanakan rawat jalan, supaya adik-adik kita ini cepat sekolah kembali. Ini tugas kami di RSCM untuk menangani sebaik-baiknya perawatan sampai persiapan rawat jalannya selesai," ucap Dr Renan.

Isu mengenai hilangnya sebagian ingatan dan dugaan kerusakan fungsi otak sempat menjadi sorotan setelah pihak keluarga sebelumnya meluapkan kekecewaan atas hasil pemeriksaan di Karo.

Baca Juga: Komisi III DPRD Jabar Soroti Pajak Kendaraan, BJB, hingga Kinerja BUMD

Tim dokter spesialis RSCM mengungkap perkembangan kondisi medis yang cukup positif.

Febiona Purba dan Agnesia Silitonga, tiba dan dirujuk ke RSCM sejak Sabtu, 12 September 2026.

Setibanya di rumah sakit rujukan nasional tersebut, tim medis memastikan bahwa kedua pasien tidak berada dalam kondisi kritis yang memerlukan perawatan di ruang intensif.

Keduanya ditempatkan di ruang perawatan VIP standar Kencana RSCM untuk memastikan kenyamanan fisik maupun psikologis mereka selama masa pemulihan.

Sementara Dokter Spesialis Anak Konsultan Neurologi Anak RSCM, Prof. Dr. dr. Setyo Handryastuti, menyebut hasil pemeriksaan klinis, fisik, dan penunjang medis berupa rekam gelombang otak atau electroencephalography (EEG) dinyatakan baik.

"Yang jelas pada saat saya periksa saat ini, ananda ingatannya sangat baik. Memori jangka pendek maupun jangka panjangnya. Dan juga pemeriksaan elektroensefalografi juga tidak menunjukkan gangguan apa pun," ujar Handry.***