POJOKSATU.id, BANJARMASIN—Tragedi tenggelamnya atau terbaliknya KM Virgo Transport 8 Minggu (13/9) dini hari di perairan Laut Jawa diduga ada faktor kelebihan muatan.
Dari keterangan penumpang Tigi Dadang Prayugi pada istrinya Mailinda Eka Cahyani, proses bongkar muat Kapal Motor (KM) Virgo berlangsung cukup lama mulai 18.00 WIB.
Kapal pun mulai berlayar setelah tengah malam.
“Ini aja baru mau berangkat, lama bongkar muatnya virgo dari jam 6 tadi,” tutur Tigi Dadang pada istrinya melalui WhatsApp (WA).
Hingga Senin (14/9/2026) pagi, Mailinda belum juga melihat nama sang suami di daftar penumpang KM Virgo Transport 8 yang berhasil dievakuasi.
“Suamiku yang kuat yaa berenang nya sampai kamu ditemukan tim SAR. Pokoknya kamu harus pulang dengan selamat.Gamau tau,” ujarnya pilu pada wartawan.
Hingga Senin pagi, total ada 69 korban selamat KM Virgo Transport 8 yang telah dievakuasi disusul 15 orang selamat dan 1 meninggal dunia yang baru tiba di Pelabuhan Trisakti Senin pagi ini menggunakan TB Mahau IX.
Jumlah total penumpang KM Virgo Transport sebanyak 243 orang. Diperkirakan 140 orang masih hilang atau belum ditemukan.
Penumpang Tak Pakai Pelampung
Agus, sopir ekspedisi asal Palangkaraya yang menjadi penumpang kapal menyebutkan banyak penumpang kapal yang tak memakai pelampung.
Dia berada di ruang tidur ketika teman sesama sopir memberitahunya bahwa kapal mulai miring pada Minggu sekitar pukul satu dini hari. Sebagian besar penumpang sedang terlelap.
Dia mengaku tidak mendengar pengumuman dari pihak kapal yang menyatakan kapal dalam keadaan bahaya.
Menurut Agus, kejadiannya berlangsung begitu cepat dan banyak orang dilanda kepanikan.
Agus langsung keluar dari ruang tidur dan menuju sekoci yang sudah berada di perairan.
Dari atas sekoci, Agus melihat banyak penumpang lain yang tidak mengenakan pelampung. Dia juga mendengar suara mereka meminta pertolongan.
"Banyak yang tidak pakai pelampung. Suara 'minta tolong, minta tolong' itu banyak," paparnya.
Agus mengatakan tidak sempat menolong penumpang lain karena dirinya sudah berada di sekoci.
"Belum banyak yang ketemu teman saya," ujarnya.***




