POJOKSATU.id, NTT-- Sosok Willi Mbuik (25) begitu penting buat sang ayah. Acap kali usai menerima gaji sebagai CPNS maupun PNS, dia lalu menelpon ayahnya di Mbaoen, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Namun sosok PNS yang baru dua bulan resmi menjabat ini telah gugur di tangan KKB saat bertugas di Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Willi Mbuik merupakan alumni Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Undana, perjalanan Willi berlanjut ke Papua Pegunungan. Ia mengikuti seleksi CPNS Pemerintah Kabupaten Jayawijaya tahun 2024 dan dinyatakan lulus.

Namun pada Juli 2026 ini dia resmi diangkat sebagai PNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya Papua Pegunungan.

Dalam Buku Wisuda Undana September 2023, tercatat Wili Mbuik, lahir di Mbaoen, 29 November 2001.

Baca Juga: Terapi ABK Tak Harus Menunggu Sebulan, Mahasiswa UNDIP Hadirkan SAPA ABK

Ia menyelesaikan studi selama empat tahun dengan IPK 3,55 dan meraih predikat Dengan Pujian.

Sebelum ditembak KKB, video call penuh kebahagiaan antara Wili dan ayahnya terjadi pada 24 Juli 2026 dan sempat viral di media sosial.

Saat itu, sang ayah menangis terharu mendengar putrinya lulus CPNS dan memberikan pesan agar Wili tetap rendah hati di tanah orang.

Gadis yang merantau dan mengabdi di Jayawijaya itu merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Ia menjadi kebanggaan sang ayah, sementara ibunya telah lama meninggal dunia.

"Sang ibu sudah lama tiada. Nona Wili merupakan anak bungsu dari lima bersaudara," kata Selvi Mbuik, bibi Willi kepada wartawan, Jumat (11/9/2026).

Baca Juga: KKB Rampas HP ASN Willi Mbuik yang Mereka Tembak Lalu Video Call Ayahnya Sambil Tertawa

Selvi Mbuik menuturkan, keluarga sangat syok saat pertama kali mendengar kabar Wili ditembak. Mereka berdoa dan berharap Wili dapat diselamatkan karena saat itu kondisinya masih kritis setelah terkena tembakan di bagian dada.

"Kami sudah syok karena dikirimi foto kena tembakan di bagian kiri dada. Kami itu langsung telepon keluarga di situ. Kami di sini sudah histeris. Kami mohon Tuhan tolong, kami punya anak semoga dia selamat," tuturnya.

Menurut Selvi, Wili atau yang akrab disapa Nona Wili tumbuh sebagai sosok yang sopan, penyayang, dan sangat dekat dengan keluarga.

Meski merantau jauh ke Papua Pegunungan, Wili tidak pernah melupakan keluarganya di Rote.

Ia rutin menghubungi sang ayah melalui panggilan video, terutama setelah menerima gaji.

Willi Mbuik menjadi korban saat menjalankan tugas bersama rombongan pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya dalam kegiatan pelayanan dan pendistribusian bantuan pangan kepada masyarakat di wilayah Muliama.***