POJOKSATU.id, SEMARANG— Ayah Mozza Axillia Gunarsa (19), Singgih Gunarsa (44), mengaku telah menemukan identitas Mahendra Very Dwi Anggara alias Very (22) melalui media sosial putrinya sejak Desember 2025.

Perjuangan keluarga mengungkap sosok yang membunuh anaknya sudah berlangsung lama. Dan pelaku pembunuh Mozza baru tertangkap pada Agustus 2026 atau lebih setahun usai kejadian.

Sejak mengetahui nama tersebut, Singgih berupaya mencari keberadaan Very. Ia bahkan mengaku telah melaporkan akun media sosial yang bersangkutan kepada kepolisian.

Baca Juga: Doli Baca Gerak AHY sebagai Kode Pilpres 2029, Demokrat Hari Ini Justru Bilang 'Bukan Soal 2029'

"Dari Desember 2025 pertama kali saya temukan sosmednya, saya sudah mengenali namanya Very. Dari awal Desember (2025), saya mencari orang tersebut," kata Singgih saat ditemui di kediamannya, Senin (7/9/2026).

Keluarga Mozza sebelumnya tidak mengenal sosok Very. Namun, setelah menemukan identitas tersebut, Singgih terus berupaya menelusuri keberadaannya.

Upaya pencarian itu dilakukan selama berbulan-bulan. Singgih mengatakan hingga Mei 2026, dirinya belum melihat perkembangan yang diharapkan dari proses penanganan kasus tersebut.

Pencarian pun terus dilakukan sebagai bagian dari perjuangan keluarga untuk mendapatkan kejelasan mengenai keberadaan dan kematian Mozza.

Baca Juga: Anak Krakatau Menurun, 3 Hal Ini Masih Jadi Perhatian Pemerintah

Titik terang mulai muncul setelah polisi mengamankan Very pada 3 September 2026.

Singgih mengaku telah mengetahui rencana polisi menuju Blora untuk melakukan penangkapan terhadap Very.

"Penangkapan pelaku saya sudah tahu dari awal polisi mau menuju ke Blora. Setelah penyelidikan di kos Semarang, resmob langsung ke Blora," ungkapnya.

Sebelumnya, Singgih menemukan petunjuk berupa percakapan antara Mozza dengan Very di media sosial.

Petunjuk tersebut kemudian diserahkan kepada penyidik Satreskrim Polres Semarang untuk ditindaklanjuti.

Dari hasil penelusuran, diketahui Very merupakan warga Blora. Polisi kemudian melakukan penyelidikan, termasuk di sebuah kos di Semarang, sebelum bergerak menuju Blora.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan, kasus tersebut terbongkar setelah orangtua Mozza menyerahkan perangkat elektronik yang di dalamnya terdapat percakapan Mozza dengan pelaku.

"Anggota melakukan penyelidikan, mulai dari Semarang hingga ke Blora. Setelah cukup mendapat bukti, lalu terduga pelaku ditangkap," ungkap Bodia, Senin (7/9).***