POJOKSATU.id, JAKARTA—Lima bandara ditutup imbas abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang terjadi sejak Jumat malam (4/9).

Bandara itu antara lain Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang Banten, Halim Perdanakusuma Jakarta, Raden Inten II Lampung, Bandara Budiarto Curug Tangerang Banten, dan Bandara Pondok Cabe Jakarta.

Menyikapi ditutupnya lima bandara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut akan menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi dampak abu vulkanik.

Baca Juga: Garuda Indonesia Buka Opsi Reschedule dan Refund Imbas Erupsi Anak Krakatau

Kepala BNPB Suharyanto, Minggu (6/9/2026) mengatakan OMC justru dibutuhkan untuk membantu mengurangi dampak abu vulkanik.

Operasi tersebut dilakukan dengan harapan hujan dapat membantu meluruhkan abu ke permukaan tanah.

"Operasi modifikasi cuaca itu justru untuk membantu kondisi udara, khususnya agar abu vulkanik bisa luruh," kata Suharyanto.

Menurut Suharyanto, hujan menjadi salah satu upaya yang efektif untuk membantu mempercepat peluruhan abu vulkanik.

Baca Juga: Abu Anak Krakatau Menyebar hingga Bengkulu, BMKG Terbitkan 50 SIGMET dan Pantau Penerbangan 24 Jam

"Dalam kondisi erupsi, salah satu upaya yang sangat baik adalah apabila kemudian datang hujan sehingga abu bisa meluruh ke tanah," ujarnya.

Karena Bandara Pondok Cabe tidak dapat digunakan, Suharyanto menyebut pelaksanaan OMC dapat dialihkan ke Halim Perdanakusuma.

Jika tidak memungkinkan, Bandung disiapkan sebagai alternatif.

"Karena Bandara Pondok Cabe tidak bisa digunakan, untuk melaksanakan OMC nanti kalau bisa dari Halim. Kalau tidak, bisa dari Bandara Bandung yang memang terbuka," kata dia.

Sementara itu Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal mengatakan, titik keberangkatan operasi akan disesuaikan dengan kondisi bandara yang tidak terdampak penutupan akibat abu vulkanik.

"Untuk operasi modifikasi cuaca, saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BNPB. Nanti mungkin pelaksanaannya digeser, apakah dari Halim atau dari Husein Sastranegara," kata Teuku Faisal.

"Jadi, tetap dilakukan dari bandara yang tidak terdampak penutupan akibat abu vulkanik," ujar dia.

Teuku Faisal menyebutkan, hingga Minggu pukul 10.25 WIB, terdapat lima bandara yang ditutup akibat kondisi abu vulkanik.***