POJOKSATU.id — Transjakarta melakukan penyesuaian pada sejumlah fasilitas halte sebagai respons terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai wilayah Jakarta pada Minggu (6/9).

Seluruh fasilitas lift dan eskalator di halte Transjakarta untuk sementara tidak dioperasikan hingga kondisi dinilai aman.

Penghentian tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan agar abu vulkanik tidak masuk dan mengganggu komponen mekanis maupun perangkat sensor elektronik yang terdapat pada fasilitas tersebut.

Transjakarta menyebut kebijakan ini diterapkan secara menyeluruh di halte-halte yang berada dalam jaringan layanannya.

Baca Juga: Ketiak Sering Bau? Ini 9 Cara Menjaga Ketiak Tetap Bersih dan Kering

Kendati demikian, pelanggan yang memerlukan fasilitas akses khusus tetap memperoleh pendampingan dari petugas yang berjaga di halte.

Petugas disiapkan di area tangga untuk membantu penyandang disabilitas, pengguna berkebutuhan khusus, maupun kelompok pelanggan prioritas lainnya.

Di sisi lain, Transjakarta memastikan keputusan menonaktifkan kedua fasilitas tersebut tidak membuat layanan bus berhenti atau mengalami penghentian operasional.

Perjalanan bus Transjakarta tetap berlangsung seperti jadwal layanan normal.

Baca Juga: Syarat Masuk SMA Taruna Nusantara 2027/2028, Nilai Minimal hingga Dokumen Pendaftaran

Para pelanggan juga diingatkan untuk mengenakan masker ketika menggunakan layanan Transjakarta, terutama di tengah kondisi udara yang terdampak sebaran abu vulkanik.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan selama beraktivitas di sejumlah wilayah Jakarta yang terdampak.

Perkembangan mengenai kondisi fasilitas lift dan eskalator akan diinformasikan kembali melalui saluran resmi Transjakarta.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan langkah tersebut ditempuh sebagai tindakan antisipasi terhadap kemungkinan abu vulkanik menyebar lebih luas di wilayah ibu kota.

Kebijakan itu, lanjutnya, juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keamanan sekaligus kenyamanan pelanggan selama situasi berlangsung.

Pengoperasian lift dan eskalator tidak akan langsung dilakukan setelah kondisi membaik, melainkan melalui tahapan pemeriksaan terlebih dahulu.

Baca Juga: Universitas dengan Jurusan Arsitektur Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, ITB, UI dan ITS Melesat

Fasilitas tersebut akan diaktifkan kembali secara bertahap setelah proses pembersihan dari abu vulkanik rampung dan pemeriksaan teknis menunjukkan kondisi yang layak.

Tim teknis akan melakukan pengecekan serta pengujian untuk memastikan seluruh sistem bekerja dengan baik sebelum fasilitas kembali digunakan pelanggan.

Gunung Anak Krakatau sendiri masih menjadi perhatian setelah mengalami aktivitas erupsi sejak Jumat (4/9).

Dampak material vulkanik dari aktivitas tersebut kemudian terpantau hingga sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, pada Minggu (6/9).

Baca Juga: Fenomena Gelombang Rambatan Udara Pemicu Suara Dentuman Dahsyat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Sejak dini hari, sejumlah pengguna media sosial mengunggah dokumentasi mengenai kondisi lingkungan mereka setelah terdampak sebaran abu.

Dalam sejumlah foto dan video yang beredar, abu berwarna gelap terlihat beterbangan serta menempel pada kendaraan, rumah, dan berbagai permukaan lainnya.

Situasi tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati, khususnya saat melakukan aktivitas di luar ruangan maupun ketika bepergian menggunakan transportasi umum.***