POJOKSATU.ID - Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan tren peningkatan yang sangat signifikan sepanjang pertengahan Agustus hingga awal September 2026.
Berdasarkan catatan pemantauan Badan Geologi ESDM, gejolak vulkanik gunung ini mulai meningkat tajam sejak tanggal 16 hingga 17 Agustus.
Bahkan pada momen peringatan kemerdekaan 17 Agustus, Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami letusan hingga sekitar 20 kali erupsi.
Lonjakan erupsi tersebut menandakan adanya tekanan energi yang sangat besar dari dalam kawah perairan Selat Sunda.
Baca Juga: Waspada Ring of Fire Mengamuk, Inilah Daftar Gunung Aktif yang Erupsi Secara Beruntun di Tahun ini!
Memasuki periode 4 hingga 5 September, kondisi Gunung Anak Krakatau dilaporkan masih sangat aktif.
Petugas pemantau mengonfirmasi bahwa dinamika magma di dalam perut gunung berada pada tingkat yang cukup tinggi.
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat pesisir pantai di wilayah Banten dan Lampung yang berhadapan langsung dengan pulau gunung api tersebut.
Potensi ancaman abu vulkanik hingga kejutan gelombang tinggi terus diantisipasi oleh pihak penanggulangan bencana daerah.
Baca Juga: Debu Vulkanik Krakatau Ancam Bandar Lampung, Lakukan Langkah Ini dan Tetap Waspada!
PVMBG meminta para nelayan maupun wisatawan untuk tidak mendekati radius bahaya yang telah ditetapkan demi keselamatan.
Pemantauan secara intensif melalui sarana seismograf terus dilakukan selama 24 jam penuh untuk mendeteksi pergerakan magma.
Warga diminta untuk tetap tenang namun selalu sigap mendengarkan arahan dari otoritas resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kerja sama antara masyarakat dan petugas di lapangan sangat dibutuhkan untuk menghadapi potensi darurat bencana vulkanik ini.***




