POJOKSATU.ID - Kabar mengejutkan datang dari salah satu gerbang penerbangan terbesar di Indonesia, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pada Minggu dini hari, tanggal 6 September 2026, aktivitas penerbangan di bandara ini terpaksa dihentikan secara mendadak.

Langkah tegas tersebut diambil menyusul peningkatan aktivitas vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang dinilai membahayakan lintasan udara.

Abu vulkanik dan ancaman erupsi membuat otoritas bandara tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun demi keselamatan penerbangan.

Baca Juga: Semua Rute Batal Dini Hari Ini, Begini Kondisi Bandara Soekarno-Hatta Usai Penutupan Darurat Karena Erusi Anak Krakatau!

Situasi di area bandara berubah ketika keputusan penutupan sementara ini resmi diberlakukan.

Pengumuman penting mengenai penghentian operasional ini disampaikan langsung kepada para calon penumpang yang berada di lokasi.

Suara pengumuman terdengar berulang kali melalui pengeraskan suara di seluruh penjuru terminal bandara.

Para calon penumpang yang tadinya sedang menunggu jadwal keberangkatan mendadak dikejutkan oleh kabar darurat tersebut.

Baca Juga: Bahaya Erupsi Mengintai! Bandara Soetta Mendadak Ditutup Total Akibat Gunung Anak Krakatau Mengamuk

Petugas di lapangan langsung bersiaga untuk memberikan informasi lanjutan mengenai situasi keselamatan di udara.

Penutupan darurat ini berdampak pada jadwal operasional penerbangan sejak Minggu dini hari.

Banyak calon penumpang yang kebingungan karena rencana perjalanan mereka harus terganggu secara mendadak. K

eputusan ini memicu kerumunan di titik-titik layanan informasi bandara untuk memastikan nasib jadwal mereka.

Keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas utama pihak pengelola ketimbang memaksakan penerbangan berbahaya.

Gunung Anak Krakatau sendiri menunjukkan peningkatan efusi vulkanik yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Otoritas penerbangan akan terus memantau pergerakan abu vulkanik sebelum memutuskan untuk membuka kembali operasional bandara.***