POJOKSATU.ID - Meskipun telah memastikan fenomena dentuman di Bandung Raya bukan berasal dari gempa atau petir, BMKG menemukan fakta menarik lain dari alat pemantau mereka.
Hasil evaluasi instrumen mencatat adanya sejumlah anomali gelombang pada waktu yang hampir bersamaan dengan munculnya suara dentuman tersebut.
Pemantauan di kawasan Pulau Sebesi merekam adanya anomali seismogram pada rentang waktu Jumat malam sebelum dentuman meluas.
Tidak hanya itu, instrumen stasiun magnet bumi di Sukabumi dan Serang juga merekam adanya gangguan magnetik internal bumi.
Baca Juga: Bukan Gempa atau Petir! BMKG Bongkar Fakta Dentuman Misterius yang Bikin Geger Bandung Raya!
Gangguan magnetik tersebut berlangsung sejak periode Jumat malam hingga Sabtu dini hari di mana dentuman terdengar.
Anehnya, gangguan pada magnet bumi ini terjadi secara mandiri tanpa adanya keterkaitan dengan fenomena badai matahari di luar angkasa.
BMKG dengan tegas menyatakan bahwa seluruh temuan anomali instrumen ini belum bisa disimpulkan sebagai penyebab utama munculnya dentuman.
Berbagai data anomalus tersebut masih menjadi bahan analisis mentah yang membutuhkan kajian ilmiah lanjutan secara mendalam.
Untuk mengurai benang kusut misteri ini, Stasiun Geofisika Bandung berkomitmen terus melanjutkan pemantauan intensif di berbagai sektor.
Proses penyelidikan dilakukan dengan memperkuat koordinasi bersama instansi teknis terkait demi menemukan jawaban pasti atas fenomena tersebut.
Di tengah kesimpangsiuran informasi, BMKG meminta warga Bandung Raya untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu spekulatif.
Masyarakat diimbau untuk menyaring informasi dan selalu merujuk pada pembaruan data resmi yang dirilis melalui kanal komunikasi BMKG.***




