POJOKSATU.id - Hampir setiap hari WhatsApp dipakai untuk berbagai keperluan, mulai dari mengobrol dengan keluarga dan teman, mengirim dokumen pekerjaan, berbagi foto, sampai menerima informasi penting.
Karena menyimpan begitu banyak percakapan dan data pribadi, akun WhatsApp tentu perlu mendapat perhatian lebih.
Apalagi, aplikasi perpesanan seperti ini juga bisa menjadi sasaran penipuan, spam, hingga upaya mengambil alih akun.
Nah, kabar baiknya, ada sejumlah pengaturan bawaan yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat perlindungan akun.
Baca Juga: Galaxy Z Fold8 Ultra Cuma Bertahan Satu Kali Tekukan? Hasil Uji Durabilitas Bikin Kaget
Tidak harus memasang aplikasi tambahan.
Pengguna cukup meluangkan sedikit waktu untuk memeriksa beberapa menu penting di WhatsApp.
1. Periksa perangkat yang terhubung
Salah satu langkah yang sering terlupakan adalah mengecek perangkat yang masih mempunyai akses ke akun.
Fitur Perangkat tertaut memungkinkan WhatsApp digunakan melalui komputer atau perangkat lainnya.
Namun, akses tersebut bisa menjadi masalah apabila pengguna pernah login di perangkat bersama atau komputer yang tidak lagi digunakan.
Baca Juga: RUU Perampasan Aset Disorot, 3 Poin Penting Ini Disebut Hilang dari Draf DPR
Caranya cukup masuk ke Pengaturan, kemudian pilih Perangkat tertaut.
Periksa daftar perangkat yang muncul. Jika ada perangkat yang tidak dikenali atau sudah tidak digunakan, segera keluarkan dari akun.
Kebiasaan sederhana ini penting, terutama bagi pengguna yang sering memakai WhatsApp Web di berbagai tempat.
2. Aktifkan verifikasi dua langkah
Lapisan keamanan berikutnya adalah Verifikasi dua langkah.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 FE Resmi Meluncur, Bawa Kamera 3x Optical Zoom dan Galaxy AI Makin Pintar
Fitur ini memberikan perlindungan tambahan ketika nomor WhatsApp digunakan untuk mengakses akun.
Jadi, kode verifikasi yang diterima melalui SMS bukan satu-satunya pengaman.
Untuk mengaktifkannya, buka Pengaturan, pilih Akun, lalu masuk ke Verifikasi dua langkah dan tekan Aktifkan.
Pengguna kemudian diminta membuat PIN. Pilih kombinasi yang tidak mudah ditebak dan jangan membagikannya kepada siapa pun.
Alamat email pemulihan juga dapat ditambahkan agar proses pengaturan ulang bisa dilakukan ketika PIN terlupa.
Baca Juga: Tangki Air Bebas Lumut Dinilai Cocok Untuk Fasilitas Dapur MBG
3. Jangan biarkan isi chat mudah dibuka orang lain
Ponsel bisa saja berpindah tangan, dipinjam anggota keluarga, atau tertinggal di suatu tempat.
Karena itu, fitur Kunci layar bisa menjadi perlindungan tambahan untuk aplikasi WhatsApp.
Pada perangkat yang mendukungnya, pengguna dapat memanfaatkan Face ID atau pemindai sidik jari.
Menu ini dapat ditemukan melalui Pengaturan > Privasi > Kunci layar.
Baca Juga: VervalSP Versi 2.0.2 Punya Sejumlah Perubahan, Ini Fitur yang Perlu Diperhatikan
Pengguna juga bisa menentukan kapan aplikasi akan terkunci setelah ditinggalkan.
Dengan begitu, orang lain tidak serta-merta bisa membuka percakapan hanya karena perangkat sedang berada di tangannya.
4. Batasi siapa yang dapat memasukkan ke grup
Grup WhatsApp terkadang menjadi pintu masuk spam dan penipuan.
Pengguna bisa saja tiba-tiba dimasukkan ke grup yang menawarkan hadiah, promosi mencurigakan, atau tautan yang tidak jelas asalnya.
Baca Juga: Jangan Sampai Terlewat, Begini Alur Pendaftaran TKA Paket C dari Awal hingga DNT
Untuk mengurangi risiko tersebut, masuk ke Pengaturan > Privasi > Grup.
Pilihan Kontak saya dapat digunakan agar hanya orang yang tersimpan dalam daftar kontak yang dapat memasukkan pengguna ke grup.
Ada pula opsi Kontak saya kecuali... yang memungkinkan pengguna mengecualikan kontak tertentu.
Jika seseorang yang tidak diizinkan mencoba menambahkan pengguna ke grup, permintaan dapat ditinjau terlebih dahulu.
Jadi, keputusan tetap berada di tangan pemilik akun.
Baca Juga: Bantuan Rp4,18 Miliar untuk LKP Terdampak Banjir, Guru SMK Juga Diperkuat
5. Sembunyikan aktivitas online jika diperlukan
Informasi mengenai kapan seseorang terakhir aktif atau sedang online terkadang bisa dimanfaatkan untuk membaca kebiasaan pengguna.
WhatsApp menyediakan pengaturan Last seen & online yang memungkinkan informasi tersebut dibatasi.
Pengguna bisa masuk ke Pengaturan > Privasi > Last seen & online, kemudian menentukan siapa yang dapat melihat status aktivitas.
Pilihan yang tersedia dapat disesuaikan, termasuk menampilkannya kepada kontak atau menyembunyikannya dari semua orang.
Baca Juga: Pemerintah Tak Naikkan Tarif Pajak 2027, Target Penerimaan Capai Rp2.591,4 Triliun
Langkah ini memang tidak membuat akun kebal dari penipuan, tetapi dapat mengurangi informasi pribadi yang terbuka kepada orang lain.
6. Nyalakan notifikasi keamanan
Terakhir, jangan abaikan notifikasi keamanan.
Fitur tersebut memberikan pemberitahuan ketika kode keamanan sebuah kontak berubah.
Perubahan bisa terjadi, misalnya ketika kontak mengganti perangkat atau memasang kembali WhatsApp.
Pengguna dapat mengaktifkannya melalui Pengaturan > Keamanan, kemudian menyalakan opsi Tampilkan notifikasi keamanan.
Baca Juga: Film 9 Temples to Heaven Resmi Wakili Thailand di Oscar 2027, Ini Kisahnya
Pemberitahuan ini bisa menjadi informasi tambahan ketika pengguna ingin memastikan keamanan percakapan yang terenkripsi.
Jangan hanya mengandalkan satu pengaturan
Enam pengaturan tersebut bekerja sebagai lapisan perlindungan yang saling melengkapi.
Verifikasi dua langkah membantu memperkuat akses akun, kunci layar menjaga isi percakapan, sementara pengaturan grup dan status online dapat membatasi interaksi serta informasi yang terlihat oleh orang lain.
Baca Juga: Pemutihan Pajak Kendaraan Bisa Dibayar Online, Ini Cara Bayar Lewat Aplikasi Signal
Di sisi lain, perangkat tertaut dan notifikasi keamanan juga sebaiknya diperiksa secara berkala.
Yang tak kalah penting, jangan pernah memberikan kode verifikasi, PIN, kata sandi, atau informasi keamanan akun kepada orang lain, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas layanan.
Jika ada pesan atau panggilan yang terasa mencurigakan, jangan terburu-buru mengikuti instruksinya.
Periksa terlebih dahulu dan pastikan informasi tersebut benar-benar berasal dari pihak yang dapat dipercaya.
Baca Juga: 80 Sekolah Swasta Elite Tak Lagi Dapat MBG, BGN Ungkap Alasannya
Keamanan akun bukan cuma soal teknologi canggih, tetapi juga kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Dengan meluangkan waktu mengecek pengaturan WhatsApp, setidaknya kita sudah membuat ruang percakapan pribadi menjadi jauh lebih sulit dimanfaatkan oleh orang yang berniat buruk.***




