POJOKSATU.id - Relawan Gerakan Anak Negeri (GAN) mendapat sambutan hangat warga Desa Kamubekha, Kecamatan Maokaro, Kabupaten Ende, pada Rabu 26 Agustus 2026.
Pasalnya, kedatangan relawan GAN untuk memberikan layanan kesehatan setelah Pustu (Puskesmas Pembantu) di desan itu nyaris ambruk diguncang gempa NTT 15 Agutus 2026 lalu.
Desa Kamubekha menjadi lokasi kesekian yang didatangi Gerakan Anak Negeri untuk membantu warga terdampak gempa.
Bahkan kedatangan tim yang membawa misi kemanusiaan itu sudah ditunggu warga.
Baca Juga: Benarkah Oarfish Muncul di Pantai Pink Lombok Jadi Tanda Gempa? Pakar Ungkap Faktanya
Satu dokter dan dua perawat dibantu bidan desa dengan sigap memeriksa kesehatan warga satu per satu.
Menariknya, dua ahli pijat Cimande jadi tontonan warga karena dianggap terapi unik.
Lambat laun, warga memberanikan diri mau dipijat.
Setelah satu selesai, yang lainnya langsung antre untuk merasakan khsiat pijat tradisional yang sudah kesohor tersebut.
Bahkan, beberapa warga membawa anggota keluarganya yang mengalami stroke agar bisa diobati.
"Dia ini sudah lama stroke, sulit jalan, mau diterapi sama Cimande. Saya juga penasaran mau urut," ujar salah seorang warga yang memeriksakan diri, Jeremias.
Ihwan Setiawan, satu dari dua ahli pijat yang ikut misi kemanusiaan ini, mayoritas warga mengeluh sakit badan akibat sepekan terakhir.
Hal itu terjadi lantaran mereka tidur di tenda terpal seadanya karena takut tidur di dalam rumah khawatir gempa susulan.
Ditambah, rasa cemas warga lari ke pikirian dan membuat kondisi badan cepat lelah.
"Banyak yang nunggu buat dipijat, alhamdulillah pada senang. Ada yang stroke juga sampai dibawa ke sini," kata Ihwan yang sudah langganan turun ke lokasi bencana bersama Gerakan Anak Negeri.
Jeremias melanjutkan, pemeriksaan kesehatan dengan dokter baru kali ini masuk ke wilayahnya pasca-gempa.
Di Puskesdes, biasanya warga dilayani bidan desa dengan obat-obatan yang terbatas.
Baca Juga: Plt Kapusdatin BNPB Akui Video Viral, Wawancara Gempa NTT di Rumah Makan Dekat Bandara Labuan Bajo
Menurutnya, hal penting yang dibutuhkan warga saat ini salah satunya adalah layanan medis, di samping kebutuhan material bangunan karena banyak rumah warga rusak.
"Karena kan pada tidur di luar semua, kalau malam sangat dingin, kalau siang sangat panas. Jadi banyak yang sakit." jelasnya.
"Selimut juga masih dibutuhkan. Kemarin sudah masuk bantuan, tapi masih banyak juga yang belum kebagian," sambung dia.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Kamubekha, Melkiormengga, menyampaikan apresiasinya kepada relawan Gerakan Anak Negeri yang sudah sampai ke desa meraka.
"Terima kasih kepada Gerakan Anak Negeri yang sudah membantu pelayanan kesehatan kepada warga Desa Kamubekha karena dalam situasi darurat masih ada saudara-saudara yang peduli," ucap dia.
"Pelayanan dengan dokter ini yang pertama setelah gempa, biasanya kami buka pelayanan hanya bidan," terangnya.
Terkait dampak, kata dia, semua warga terdampak gempa NTT, baik secara psikologis, fisik, hingga bangunan. Terlebih, gempa susulan masih terus terjadi.
"Kalau secara psikologis semuanya terganggu, terdampak gempa. Kalaupun rumah rusak ringan, mereka memilih tinggal di posko mandiri karena takut gempa susulan," pungkasnya.***




