POJOKSATU.id - Pengguna WhatsApp kini mendapat tambahan perlindungan untuk mengamankan akun dari akses yang tidak diinginkan.
Platform pesan tersebut menghadirkan pembaruan pada tiga fitur yang berkaitan dengan keamanan dan proses login.
Salah satu perubahan paling penting terdapat pada verifikasi dua langkah atau two-step verification.
Sistem yang sebelumnya mengandalkan PIN enam digit kini memungkinkan pengguna membuat password alfanumerik yang lebih kompleks.
Password tersebut memiliki panjang minimal delapan karakter dan dapat memadukan huruf, angka, serta karakter khusus.
Dengan kombinasi yang lebih rumit, lapisan keamanan tambahan pada akun diharapkan tidak mudah ditebak.
WhatsApp sebelumnya memperkenalkan verifikasi dua langkah pada 2017.
Sejak awal, pengguna hanya dapat memakai PIN berupa enam angka untuk memberikan perlindungan tambahan ketika akun perlu diverifikasi kembali.
"Jika selama ini Anda memakai "123456", ini waktunya mengupgrade kata sandi," kata WhatsApp.
Selain memperkuat password 2FA, WhatsApp juga memberikan keleluasaan dalam penggunaan passkey.
Pengguna kini dapat menambahkan lebih dari satu passkey untuk satu akun.
Fitur ini cukup berguna bagi mereka yang menggunakan perangkat dengan sistem operasi berbeda, misalnya Android dan iOS secara bersamaan.
Passkey sendiri diperkenalkan WhatsApp pada 2024 sebagai metode login yang dirancang lebih aman dibandingkan password biasa.
Pengguna dapat melakukan autentikasi memakai wajah, sidik jari, atau kode penguncian layar yang tersimpan pada perangkat.
Dengan mekanisme tersebut, mengetahui password akun saja tidak otomatis cukup untuk masuk.
Perangkat yang menyimpan kredensial passkey tetap diperlukan untuk melakukan autentikasi.
WhatsApp menyebut penggunaan passkey secara global kini telah mencapai satu miliar pengguna.
Bagi yang ingin mengaktifkan atau mengatur fitur tersebut, pengaturannya dapat ditemukan melalui menu Pengaturan > Akun > Passkey di aplikasi WhatsApp.
Pembaruan ketiga berkaitan dengan panggilan masuk dari nomor yang belum tersimpan.
WhatsApp kini memberikan informasi tambahan agar pengguna memiliki gambaran sebelum memutuskan untuk menjawab panggilan.
Informasi yang ditampilkan mencakup negara asal nomor penelepon serta keterangan apakah nomor tersebut berada di grup WhatsApp yang sama dengan pengguna.
Tambahan konteks ini bisa membantu pengguna mengenali kemungkinan panggilan mencurigakan.
Misalnya, ketika nomor asing tiba-tiba menelepon tanpa konteks yang jelas, pengguna dapat lebih berhati-hati sebelum mengangkatnya.
Untuk sementara, fitur informasi tambahan pada panggilan dari nomor yang belum dikenal tersebut baru tersedia di WhatsApp untuk Android.
Rangkaian pembaruan ini menunjukkan bahwa keamanan akun bukan cuma soal membuat password yang kuat.
Cara pengguna melakukan login dan kemampuan mengenali panggilan asing juga ikut menjadi bagian penting dalam menjaga akun tetap aman.
Karena itu, kalau masih menggunakan PIN yang mudah ditebak, nah, sekarang menjadi waktu yang tepat untuk mempertimbangkan pengamanan yang lebih kuat.
Pengguna juga sebaiknya memeriksa kembali pengaturan keamanan akun secara berkala.
Di tengah semakin banyaknya upaya mengambil alih akun digital, perlindungan berlapis menjadi semakin penting.
Sedikit waktu untuk memperkuat keamanan WhatsApp hari ini bisa membantu menjaga percakapan, identitas, dan akses pribadi tetap berada di tangan pemiliknya.***




