POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekitar 200 hingga 300 ekor ikan laut tak masuk ke lemari pendingin (freezer) selama 12 jam memicu keracunan massal siswa penerima MBG di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumut.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap penyebab keracunan sekitar 255 hingga 265 siswa di Berastagi yang terjadi Kamis 13 Agustus 2026 lalu.
"Kami coba cek investigasi sementara. Jadi, itu kelalaian ada pada pengolahan. Bahan baku ikan itu sebagian besar dimasukkan ke freezer, tapi ada sekitar 200 sampai 300 ekor yang tidak masuk freezer," ujar Sudaryono saat menjenguk korban di Rumah Sakit Haji Medan, Minggu (16/8/2026).
Baca Juga: Hasil Analisis Medsos Atas Pidato Presiden Prabowo Kemarin, Emosi Publik Paling Dominan
"Itu kemudian ditaruh di suhu ruangan dalam kurun waktu 12 sampai lebih dari 12 jam," katanya lagi.
Sudaryono menegaskan bahaya mengabaikan rantai dingin (cold chain) pada bahan pangan mentah seperti ikan, yang rentan mengalami pembusukan dan memicu kontaminasi bakteri jika dibiarkan di suhu ruang. Ia menyebut kejadian ini sebagai bentuk kelalaian serius yang tidak bisa ditoleransi.
Diketahui, sebanyak 255 hingga 265 pelajar di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Dominasi Suasana
BGN Tanggung Biaya Perobatan
Kepala BGN memastikan seluruh kebutuhan perawatan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Kabupaten Karo ini ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
Sudaryono mengatakan, biaya perawatan korban saat ini ditangani melalui Universal Health Coverage (UHC), program jaminan kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara.
“Saya terima kasih, saya ucapkan terima kasih pada Gubernur Bobby dan juga Wali Kota dan pemerintah daerah di Sumut dan juga di Karo bahwa untuk biayanya tadi ada UHC,” kata Sudaryono.
Namun, Sudaryono meminta pihak rumah sakit segera menghubunginya apabila terdapat kebutuhan pengobatan atau biaya lain yang tidak ditanggung melalui skema tersebut.***




