POJOKSATU.id, NTT-- Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu (15/8) pukul 05.58 WIB. Hingga Minggu pagi, korban meninggal mencapai 51 orang.
Sementara korban yang mengalami luka berat sebanyak 64 orang yang tersebar di enam kabupaten di NTT.
"Per pukul 09.00 tadi pagi hari ini, bahwa total korban meninggal dunia ada 51," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafii dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).
Dia mengatakan pencarian korban terus dilakukan. Syafii mengatakan korban meninggal ditemukan di lokasi berbeda.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT, Puluhan Korban Jiwa Terdata di Berbagai Daerah
Sebanyak 51 jiwa yang meninggal tersebar di enam wilayah yaitu Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Manggarai Barat, Ngada, dan Ende.
Sementara korban yang mengalami luka berat sebanyak 64 orang sesuai data Basarnas.
Buka Akses Darat
Basarnas juga berhasil menembus akses jalan yang sempat tertimbun material longsor guna memperluas area pencarian dan pertolongan korban pada hari kedua, Minggu.
Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Minggu, mengatakan pengerahan personel beserta alat utama (alut) SAR dilakukan secara masif sejak pukul 06.00 WITA dengan fokus operasi di wilayah Kota Mbay Nagekeo dan kawasan Reo Manggarai.
Baca Juga: Respons Kilat Pemerintah Pusat untuk Bantu Masyarakat Terdampak Gempa di NTT
"Akses darat di wilayah Reo yang sebelumnya terputus akibat longsor kini sudah berhasil dibuka oleh tim," kata Edy Prakoso.
Menurut dia, terbukanya jalur tersebut memungkinkan tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur dari TNI, Polri, relawan, dan pemerintah daerah (pemda) setempat, melakukan penyisiran dan evakuasi hingga menjangkau wilayah-wilayah terdampak yang sebelumnya terisolasi.***




