POJOKSATU.id — Tradisi tirakatan masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jawa di sejumlah daerah Jawa Timur, khususnya saat menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut biasanya digelar sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan sekaligus momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa Indonesia.

Tirakatan umumnya dilaksanakan pada malam 16 Agustus atau sehari sebelum peringatan kemerdekaan.

Baca Juga: Gempa Dahsyat 7,7 Magnitudo di NTT, 2 Warga Meninggal Dunia, Berikut Wilayah yang Terdampak

Warga dapat berkumpul di balai desa, lingkungan kampung, masjid, maupun rumah warga yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan.

Rangkaian acara biasanya diawali dengan doa bersama.

Di sejumlah wilayah, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembacaan tahlil, selawat, atau bentuk doa lainnya yang disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat setempat.

Setelah itu, acara dapat dilanjutkan dengan sambutan dari tokoh masyarakat serta penyampaian pesan mengenai arti kemerdekaan dan pentingnya menjaga persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga: Park Eun-bin Rilis Album Shooting My Love 4 September 2026, Hadiah untuk Penggemar

Suasana kebersamaan menjadi salah satu hal yang menonjol dalam tradisi tirakatan di Jawa Timur.

Warga biasanya turut membawa makanan dari rumah untuk disantap bersama setelah rangkaian doa dan acara utama selesai.

Hidangan yang disajikan pun beragam, mulai dari nasi tumpeng, nasi berkat, makanan tradisional, hingga berbagai jajanan khas daerah.

Baca Juga: Kemarau Berakhir Oktober 2026, BMKG Prediksi Musim Hujan Mulai Masuk ke Jawa

Penyajian makanan secara bersama-sama menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong antarwarga.

Tidak hanya doa dan makan bersama, pelaksanaan tirakatan di beberapa daerah juga dapat dirangkaikan dengan berbagai kegiatan lainnya.

Misalnya, pembacaan kisah perjuangan para pahlawan, pemberian penghargaan kepada warga, pengumuman pemenang lomba 17 Agustus, hingga pertunjukan seni.

Meski demikian, bentuk dan rangkaian tirakatan tidak selalu sama di setiap daerah.

Baca Juga: Desil 9 dan 10 Berpotensi Tak Bisa Beli Pertalite, Begini Cara Menentukannya

Pelaksanaannya biasanya menyesuaikan adat, budaya, serta kesepakatan masyarakat di masing-masing desa atau lingkungan.

Bagi masyarakat Jawa Timur, tirakatan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan menjelang perayaan kemerdekaan.

Tradisi tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk mempererat silaturahmi, menjaga semangat gotong royong, sekaligus mengenang perjuangan generasi terdahulu.

Baca Juga: ASUS ExpertBook P5 G2 Resmi Meluncur, Bawa AI Canggih dan Keamanan Kelas Bisnis

Istilah tirakatan sendiri berkaitan dengan kata "tirakat" yang merujuk pada laku prihatin, doa, dan perenungan.

Oleh sebab itu, kegiatan tirakatan umumnya berlangsung dalam suasana sederhana dan khidmat sebelum masyarakat menyambut peringatan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus.

Dengan demikian, tradisi tirakatan menjadi salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dipertahankan masyarakat Jawa Timur.

Selain memperkuat hubungan sosial, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan rasa syukur, nasionalisme, dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan.***