POJOKSATU.id, JAKARTA—Dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI 2026 yang disampaikan di Gedung MPR/DPR/DPD Senayan Jakarta, Jumat (14/8), Prabowo melaporkan kinerja lembaga-lembaga negara.
Presiden juga menyampaikan kinerja dari DPR, DPD, MA, dan MK. Dalam paparannya di bidang ekonomi, Prabowo menyebut pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen.
“Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 mencapai 5,61 persen,” kata Prabowo dalam pidatonya.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus bermanfaat bagi rakyat miskin, bagi warga ekonomi lemah.
“Pertumbuhan tinggi, tapi tidak bisa dinikmati rakyat kita, tidak bisa,” tegasnya.
Dalam sidang tahunan di Gedung DPR ini, Prabowo menyebutkan, pencapaian saat ini merupakan hasil kerja keras para menterinya.
“Beberapa di antara mereka banyak yang sakit. Ada pingsan, ada yang masuk rumah sakit,” kata Prabowo.
Menurutnya, swasembada yang ditargetkan tercapai dalam 4 tahun, ternyata dalam satu tahun sudah tercapai.
Swasembada yang tercapai yaitu delapan komoditas pangan, mulai telur ayam, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, jagung, gula konsumsi, dan bawang merah.
“Swasembada daging belum tercapai. Akan kita wujudkan 3 hingga 4 tahun ke depan,” jelasnya.
Dikatakan, swasembada komoditas pangan yang belum tercapai antara lain bawang putih, kedelai, daging sapi, dan daging kerbau.
Baca Juga: 24 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus di Kantor, dari Doorprize hingga Grand Prize
Birokrat Koruptor Diberantas
Dalam pidato ini, Prabowo juga menegaskan akan memberantas birokrat koruptor yang memperkaya diri dan keluarganya.
“Birokrat yang memperkaya diri dan keluarganya, ini harus kita berantas. Bukan kita tutup-tutupi. Tidak ada gunanya kita tutupi. Kita sudah era keterbukaan, era digital. Orang lemah ekonomi pun sudah punya gadget,” ujarnya.
Prabowo juga menyampaikan keberhasilan BPK menyelamatkan uang negara. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah merekomendasikan penyelamatan keuangan negara 2025 sebesar Rp112 triliun.
Dia juga menyebut, semua barang subsidi pemerintah akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih, begitu juga masalah obat-obatan subsidi.
“Barang subsidi adalah milik rakyat. Harus dikembalikan ke rakyat,” ujarnya.
Dalam pidato itu, Prabowo mengaku sudah menutup 290 BUMN. Dan hanya BUMN yang berguna bagi rakyat saja yang akan dipertahankan.
“Rp 50 triliun lebih dihemat dari uang efisiensi BUMN yang berasal dari uang perjalanan atau uang dinas,” ujarnya.
Dia juga menyebut pendapatan ojek online saat ini sudah naik dimana dari hasil intervensi atau koordinasi yang mereka lakukan, untuk ojol 92 persen dan hanya 8 persen untuk aplikator.
“Sebelumnya itu kan 80 persen ojol dan 20 persen aplikator. Setelah kita koordinasikan, saya menyebutnya koordinasi, bukan intervensi, ya walapun ada sedikit intervensi lah,” jelasnya.
Prabowo juga bertekad akan meneruskan program MBG dengan perbaikan dan efisiensi. Menurutnya, para koruptor MBG adalah orang yang tak punya rasa perikemanusiaan.***




