POJOKSATU.id — Gerhana Matahari Total akan menjadi salah satu fenomena astronomi yang menarik perhatian pada 12 Agustus 2026.
Peristiwa langka ini dapat disaksikan secara total dari sejumlah wilayah tertentu, sedangkan daerah di luar jalur utama hanya berkesempatan melihat sebagian permukaan Matahari tertutup oleh Bulan.
Fenomena tersebut terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari.
Baca Juga: MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah Bukan Rp300 Triliun
Posisi ketiganya yang hampir berada dalam satu garis membuat Bulan tampak menutupi piringan Matahari dari wilayah tertentu di Bumi.
Jalur Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026
Jalur totalitas Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 akan melewati beberapa kawasan di belahan Bumi bagian utara.
Lintasan gerhana dimulai dari kawasan Samudra Arktik, kemudian bergerak menuju Greenland dan Islandia.
Setelah itu, jalur gerhana berlanjut melintasi Samudra Atlantik sebelum mencapai wilayah Eropa, termasuk bagian utara Spanyol.
Beberapa wilayah di Portugal juga berada dalam cakupan jalur gerhana, meskipun tingkat keterlihatannya dapat berbeda berdasarkan lokasi pengamatan.
Baca Juga: Harga Tiket Promo Ancol 17 Agustus 2026 Mulai Rp45 Ribu, Berlaku di 5 Wahana
Wilayah yang berada tepat di jalur totalitas menjadi lokasi paling menarik karena pengamat dapat menyaksikan Bulan menutupi seluruh piringan Matahari.
Pada fase tersebut, suasana langit akan mengalami perubahan dan tampak lebih gelap selama beberapa waktu.
Sejumlah wilayah yang menjadi lokasi utama untuk mengamati fase total antara lain Greenland, Islandia, Spanyol bagian utara, sebagian Portugal, serta kawasan Samudra Atlantik Utara.
Sementara itu, cakupan gerhana sebagian jauh lebih luas.
Fenomena ini dapat terlihat dari sejumlah wilayah di Eropa, Afrika Utara, Asia Barat, serta beberapa kawasan di Amerika Utara.
Mengapa Gerhana Matahari Total Bisa Terjadi?
Gerhana Matahari Total hanya dapat terjadi ketika posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari dan ukuran tampak Bulan dari sudut pandang pengamat cukup untuk menutupi seluruh piringan Matahari.
Ketika fase totalitas berlangsung, cahaya Matahari yang biasanya menerangi wilayah tersebut akan berkurang secara drastis.
Kondisi langit dapat berubah menyerupai suasana senja. Pada saat yang sama, bagian luar atmosfer Matahari atau korona dapat terlihat dari wilayah yang berada di jalur totalitas.
Fenomena seperti ini menjadi kesempatan menarik bagi para pengamat astronomi karena gerhana total memiliki jalur pengamatan yang relatif terbatas.
Oleh karena itu, sejumlah penggemar astronomi biasanya melakukan perjalanan menuju lokasi yang berada di jalur totalitas untuk mendapatkan pengalaman mengamati fenomena tersebut secara langsung.
Baca Juga: Sudah 2 Minggu Dikubur, Keluarga Sutrimo Penjaga Rumah Febrie Tak Keberatan Makam Dibongkar
Apakah Gerhana Matahari Total Bisa Dilihat dari Indonesia?
Indonesia tidak termasuk dalam wilayah yang berada di jalur totalitas Gerhana Matahari 12 Agustus 2026.
Dengan demikian, masyarakat di Indonesia tidak dapat menyaksikan fase gerhana total secara langsung dari wilayah Tanah Air.
Meski begitu, masyarakat tetap dapat mengikuti fenomena astronomi tersebut melalui siaran langsung yang kemungkinan disediakan oleh observatorium, lembaga penelitian, maupun badan antariksa internasional.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah yang dapat menyaksikan gerhana, keselamatan mata harus menjadi perhatian utama.
Matahari tidak boleh dilihat secara langsung tanpa perlindungan khusus karena paparan cahaya Matahari dapat menyebabkan kerusakan pada mata.
Pengamatan sebaiknya dilakukan menggunakan kacamata khusus gerhana yang memenuhi standar keamanan atau perangkat pengamatan Matahari yang memang dirancang untuk melihat fenomena tersebut.***




