POJOKSATU.id, CIBEBER -- Penerima manfaat Makanan Bergizi Gratis (MBG) mengeluhkan adanya ulat dalam paket MBG yang mereka terima.
Di dalam paket MBG tersebut, didapati seekor ulat yang bergerak di atas makanan. Menu MBG ini berasal dari SPPG Cikondang 2 Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat.
Sontak hal tersebut membuat kaget penerima manfaat saat membuka paket makanan program MBG ini.
Berdasarkan informasi dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (24/7) setelah paket MBG diterima.
Sebelumnya, sekolah dalam kondisi libur. Tetapi pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikondang 2, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, tetap mengirimkan MBG.
Pihak sekolah pun memanggil murid datang ke sekolah untuk menerima paket MBG yang dibagikan SPPG Cikondang 2. Setelah diterima, paket tersebut dibawa pulang. Namun saat akan dimakan, paket MBG tersebut didapati ulat yang tengah bergerak di salah satu makanan.
Orang tua penerima manfaat merekam ulat yang bergerak dalam makanan yang diterima anaknya.
PIC SPPG Cikondang 2 Kecamatan Cibeber, Ahmad Fauzan membenarkan kejadian tersebut.
Baca Juga: Putusan MK Soal MBG Bikin Skema Anggaran Pendidikan Berubah, Komisi X Soroti Dampaknya
Dan serangga yang ada di dalam makanan MBG ditegaskan bukan merupakan belatung, melainkan ulat sayur.
"Bukan belatung, itu ulat dari seladanya," ujarnya saat dikonfirmasi Radar Cianjur melalui aplikasi berkirim pesan pada Selasa (4/8).
Pihaknya telah mengkonfirmasi langsung kepada penerima manfaat terkait adanya hewan melata yang ada di dalam paket MBG tersebut. Bahkan, setelah ditelusuri, ulat tersebut hanya ada di satu paket MBG saja.
"Iya cuma satu (paket, red) yang kami temukan," singkatnya.
Pihaknya akan lebih memperhatikan terkait kebersihan dan memastikan paket MBG steril dari hal yang tidak seharusnya ada di dalam makanan.
Sementara itu, Ketua Aliansi Rakyat (ARAK), A Saputra turut menyoroti kejadian ini. Pihaknya menilai, kondisi ini mengindikasikan adanya dugaan kelalaian yang tidak dapat ditoleransi dalam penyelenggaraan program MBG.
"Program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik semestinya dilaksanakan dengan menerapkan standar keamanan pangan yang ketat, mulai dari proses pengolahan, penyimpanan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan," tegasnya.
Pihaknya berharap, kejadian ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG dengan melakukan evaluasi menyeluruh.
"Evaluasi menyeluruh wajib dilakukan guna memastikan setiap makanan yang disalurkan memenuhi standar higienitas dan layak dikonsumsi, sehingga kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” jelasnya.
“Masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan investigasi secara objektif untuk mengungkap penyebab munculnya dugaan tersebut," paparnya.***




