POJOKSATU.ID - Di samping sektor politik dan keamanan, potensi ekonomi bilateral antara Indonesia dan Thailand terus didorong agar mencapai tingkatan yang lebih tinggi.
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya perluasan peluang ekonomi melalui peningkatan volume perdagangan serta arus investasi antar kedua negara.
Salah satu fokus utama yang menjadi prioritas bersama adalah penguatan kerja sama di sektor ketahanan pangan nasional.
Kedua negara yang memiliki kekuatan besar di bidang pertanian ini dinilai mampu saling melengkapi kebutuhan pangan masyarakatnya.
Baca Juga: Perkuat Benteng Pertahanan ASEAN, Indonesia dan Thailand Tingkatkan Latihan Militer Bersama
Selain masalah pangan, kolaborasi di bidang keamanan energi juga menjadi perhatian strategis untuk menjaga keberlanjutan pasokan di kawasan.
Di era modern saat ini, sektor teknologi digital turut disorot karena bakal menjadi penentu utama masa depan perkembangan dunia.
Indonesia dan Thailand bertekad memanfaatkan peluang transformasi digital ini untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
Presiden juga menekankan pentingnya membangun konektivitas fisik maupun nonfisik yang lebih lancar untuk mendukung mobilitas bisnis.
Baca Juga: Presiden Prabowo Sambut Kunjungan Bersejarah PM Thailand di Istana Merdeka
Hubungan antarmasyarakat atau people-to-people contact dianggap sebagai perekat utama yang akan melanggengkan kerja sama antarnegara.
Dengan memperdalam interaksi di berbagai sektor ini, hubungan bilateral kedua negara dipastikan akan menjadi semakin kokoh.
Dampak dari kemitraan yang makin luas ini diyakini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga menciptakan kesejahteraan kawasan.
Kerja sama multi-sektor ini menjadi bukti komitmen kedua negara untuk tumbuh bersama di tengah tantangan global.
Diharapkan para pelaku usaha dari kedua negara dapat segera menangkap peluang kolaborasi yang telah dibuka oleh pemerintah.***




