POJOKSATU.id, JAKARTA-- Menanggapi hasil survei SMRC yang menempatkan Dedi Mulyadi (KDM) unggul dalam simulasi elektabilitas calon presiden dari Prabowo Subianto, Sufmi Dasco Ahmad memberi tanggapan.

Sufmi Dasco menilai dinamika tersebut merupakan hal yang lumrah dalam dunia politik.

"Ya kan kalau yang nama survei fluktuatif. Kadang naik kadang turun, dan itu survei yang satu dengan yang lain kan kadang sama kadang berbeda. Itu yang bisa saya sampaikan," kata Sufmi Dasco di Gedung Parlemen, Senayan, Jaksel, Kamis (30/7).

Baca Juga: Aturan Baru Penggunaan Gawai di Sekolah, Murid Boleh Pakai HP dalam Kondisi Ini, Simak Ketentuannya

Dasco juga menyebut mereka akan mengkaji hasil survei yang menunjukkan perubahan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo serta kenaikan elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).

Menurut Gerindra, hasil survei tersebut dapat menjadi salah satu bahan evaluasi pemerintah setelah dibandingkan dengan temuan dari lembaga survei lainnya.

Ketua Harian Partai Gerindra ini mengatakan partainya mencermati berbagai hasil survei yang telah dipublikasikan, termasuk survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

"Ya ada beberapa survei, misalnya SMRC, kemudian Pak Burhanuddin Muhtadi yang dipublish melalui media massa. Nah, tentunya kami juga sedang mempelajari, juga kami kaji, dan tentunya juga hasil survei juga itu adalah berupa masukan-masukan yang nantinya kita akan komparasikan," katanya.

Baca Juga: Prabowo Kasih Tugas Berat Menhub dan KAI Bangun Kereta Api Trans Sumatera Aceh-Lampung

Menurut Dasco, hasil survei dapat menjadi masukan bagi pemerintah apabila setelah dikaji terbukti sejalan dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

"Kami berharap pihak pemerintah dalam hal ini kemudian mengimbangi apabila memang hasil kajiannya ada beberapa hal yang kemudian memang terjadi pada saat ini," ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah perlu menilai berbagai hasil survei secara objektif dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi apabila sesuai dengan situasi aktual.

"Iya, kalau memang hasil kajiannya kan ada yang kemudian memang sesuai dengan keadaan pada saat itu," ucap Wakil Ketua DPR RI ini.

Sebelumnya, SMRC merilis hasil survei yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026. Survei tersebut menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto turun menjadi 51,1 persen dari 81,2 persen pada November 2025.

Dalam simulasi elektabilitas calon presiden, Dedi Mulyadi memperoleh dukungan 35 persen, unggul atas Prabowo Subianto yang meraih 14,5 persen.

Sementara pada simulasi dua nama, Dedi memperoleh 59 persen dukungan, sedangkan Prabowo 28,3 persen.***