POJOKSATU.id, JAKARTA— Rusdi, pedagang nasi uduk di Jalan Tambak 1, Pegangsaan, Menteng, Jakpus, menceritakan kronologi pemicu bentrok antara warga Matraman Dalam dengan kelompok Indonesia timur.
Rusdi menyebut penyebab bentrok bukan karena anggota kelompok Indonesia timur ini tak mau bayar nasi uduk, tetapi gara-gara knalpot brongnya digeber-geber lalu ditegur warga yang makan di sana.
Lalu pemilik motor ini tak terima, lalu dia memanggil kawan-kawannya dan mendatangi kembali tempat nasi uduk.
“Kayak orang Timur bawa motor, knalpotnya berisik. Digeber-geber. Sama dia gak terima gitu ada yang negur,” kata Rusdi kepada wartawan, Minggu (27/7).
Baca Juga: Abu Putih
Dalam tayangan video klarifikasi yang beredar seperti diunggah @medantalkviral, Rusdi menyebut karena tak terima ditegur warga, pria Indonesia timur ini lalu memanggil kawan-kawannya.
Lalu sekitar 10 orang datang mencari pria yang menegur tadi. Lalu tukang nasi uduk menjawab bahwa yang bersangkutan sudah tidak ada lagi di sana.
“Awalnya sih nanya-nanya doang. Gak dapat-dapat pelakunya, emosinya menjadi membabi buta. Lalu merusak dagangan. Pakai tangan kosong sih, bukansenjata api,” jelasnya.
Baca Juga: Bentrokan Dua Kelompok Warga di Matraman Dalam Dipicu Masalah Sepele, Satu Tewas Satu Kritis
Ketika merusak dagangan ini, kericuhan lalu makin meluas. Tetiba warga di sekitar lokasi memanggil warga yang berada di Matraman Dalam.
Lalu warga Matraman Dalam ini lalu melakukan penyerangan ke markas kelompok Indonesia timur yang tak jauh dari lokasi jualan kaki lima nasi uduk.
Akibat kejadian, gerobak nasi uduk ini mengalami rusak, kacanya pecah, rodanya lepas, sementara nasi uduk dagangannya berserakan di jalan.***




