POJOKSATU.ID- Patut di Contoh, seorang Ketua Rukun Tetangga di Kelurahan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Imam Basuri, kembali menghadirkan inovasi bagi warganya.

Setelah sebelumnya dikenal lewat gerbang digital dan sistem keamanan berbasis GPS, kali ini ia menginisiasi program pengelolaan sampah berbasis teknologi dengan mengajak warga memilah sampah organik sejak dari rumah.

Melalui program Kompos Keliling (Komlink), Ibas menerapkan metode jemput bola menggunakan gerobak bertenaga listrik yang telah dimodifikasi.

Baca Juga: Ingin Punya Mobil SUV Terbaik yang Awet dan Nyaman Dipakai Harian? Ini Rekomendasinya

Gerobak tersebut dilengkapi mesin komposter, speaker, serta sumber daya listrik untuk mengolah sampah organik menjadi kompos hanya dalam waktu sekitar enam jam.

Inovasi ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan sampah sekaligus meminimalkan bau yang ditimbulkan dari proses pengolahan.

Selain mengedukasi warga untuk memilah sampah, program ini juga memberikan nilai ekonomi. Kompos yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pupuk bagi warga, bahkan berpotensi menjadi sumber pendapatan lingkungan.

Baca Juga: Jemmy Geovanka Ungkap Kunci Sukses Merek di Era Digital: Ekosistem Afiliasi Lebih Penting dari Anggaran Iklan Besar

Imam berharap konsep Komlink dapat diterapkan di berbagai wilayah agar persoalan sampah dapat diselesaikan mulai dari tingkat rumah tangga menuju target zero waste.

Tak hanya itu, Ibas juga memperkenalkan Smart Geprek, alat pemadat sampah plastik berbasis dinamo yang mampu mengurangi volume botol dan kaleng hingga 80 persen.

Kehadiran kedua inovasi tersebut mendapat sambutan positif dari warga karena dinilai mempermudah pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Program ini pun mendapat apresiasi sebagai salah satu upaya pengelolaan sampah berbasis teknologi di tingkat komunitas.