POJOKSATU.id - Hasil polling Indo Satu Media Group mengungkap besarnya tuntutan publik kepada PLN benar-benar transparan terkait pemadaman listrik bergilir beberapa waktu lalu.

Byar pet listrik itu juga tidak dapat diterima publik dengan alasan apapun karena sangat merugikan masyarakat.

Polling dilakukan melalui platform TikTok dan Instagram selama Minggu IV Juni 2026 melibatkan delapan media di bawah naungan Indo Satu Media Group.

Antara lain, Pojoksatu, Pojokseleb, Metropolitan, MetroBogor, Radar Bandung, Radar Depok, Radar Bekasi, dan Radar Cianjur.

Baca Juga: Kasus Bupati Kuansing Seret Nama Menhut Raja Juli Antoni, KPK Buka Peluang Pemeriksaan

Secara keseluruhan, polling diikuti 17.673 responden dengan total 362.147 tayangan, sehingga memberikan gambaran mengenai persepsi masyarakat terhadap pemadaman listrik bergilir.

Hasil polling pertama menunjukkan 74,90 persen atau 2.515 responden dari total 3.358 responden mengaku telah menjadi korban pemadaman listrik bergilir.

Sementara hanya 25,10 persen atau 843 responden menyatakan belum atau tidak mengalami byar pet setrum.

Masyarakat juga mengaku merasakan dampak yang cukup besar dari peristiwa ini.

Baca Juga: AS Tolak Perjanjian Perdagangan Bebas, Donald Trump Diduga Mempersulit Perusahaan Bisnis

Dari total 2.952 responden, sebanyak 2.371 atau 80,32 persen mengaku byar pet listrik itu sangat mengganggu aktivitas.

Mayoritas publik juga mengalami kerugian bukan saja secara materi lantaran tak bisa melakukan aktivitas keseharian.

Sementara mereka yang menyatakan pemadaman bergilir ini "masih bisa ditoleransi" hanya 581 responden atau 19,68 persen saja.

Menariknya, masyarakat terbelah ketika ditanya mengenai penyebab utama pemadaman listrik bergilir.

Sebanyak 50,06 persen responden meyakini penyebabnya adalah kerusakan sistem pembangkit listrik.

Sedangkan 49,94 persen lainnya menilai kekurangan pasokan batu bara menjadi faktor utama.

Hal ini disebabkan adanya informasi yang terkesan ditutup-tutupi sejak awal.

Terlebih pada saat itu, para pejabat atau pemangku kepentingan melontarkan pernyataan yang berbeda satu dengan lainnya.

Baca Juga: Penemuan Mortir di Anjungan Sumatera Barat TMII Bikin Panik, Polisi Pastikan Kondisi Tempat Rekreasi Ini Sudah Aman

Artinya, transparansi informasi penyebab yang sebenarnya yang menjadi salah satu hak publik sama sekali tidak diberikan.

Namun, apabila kekurangan batu bara benar-benar menjadi penyebab, mayoritas responden tetap tidak dapat menerima pemadaman bergilir sebagai solusi sementara.

Dari total 1.294 responden, sebanyak 70,87 persen atau 917 responden menyatakan pasokan energi seharusnya tetap terjamin dan tersedia.

Sedangkan 29,13 persen atau 377 responden menganggap pemadaman listrik bergilir tersebut masih dapat diterima demi menjaga sistem kelistrikan.***