POJOKSATU.id, NTT-- Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, mengungkap fakta yang membuat kaget publik soal oknum DPRD di sana.

Menurut Bupati TTU, ada oknum anggota DPRD melakukan reses ke tengaah masyarakat sambil teler atau dalam pengaruh minuman keras (miras).

Bupati mengungkap ini berkaca dari meninggalnya dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias Dokter Icha yang diduga depresi akibat diintimidasi anggota DPRD di sana.

"Kejadian dr Icha ini membuka tabir yang selama ini tertutup rapat," ujar Yosep Kebo, Minggu (28/6/2026).

Baca Juga: Transformasi Layanan Farmasi Jadi Fokus PIT dan Mukernas HISFARSI 2026

"Oknum yang sering ketika melakukan reses, baik sebelum maupun sesudah reses, itu melakukan kekacauan oleh karena pengaruh alkohol," tegasnya lagi.

Yosep Kebo menyayangkan perilaku tidak pantas yang dilakukan anggota dewan tersebut.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU mendukung upaya yang ditempuh keluarga Dokter Icha hingga mendapatkan keadilan.

"Kami akan mendukung segala upaya yang diambil keluarga dalam rangka memperoleh keadilan," kata Yosep.

Dokter Icha Depresi Berat

Diberitakan sebelumnya, Dokter Icha dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) sore WITA di rumah orangtuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, NTT.

Icha diduga mengalami depresi berat diduga akibat diintimidasi oleh anggota DPRD TTU hingga memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumah orang tuanya.

Icha diduga diintimidasi saat bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, TTU, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketika itu, Icha sedang menangani pasien seorang anak korban gigitan ular hijau.

Dua pria yang mengaku sebagai anggota DPRD TTU kemudian mendatangi IGD. Mereka disebut berbicara dengan nada keras kepada Icha.

Diketahui, kedua pria itu adalah anggota DPRD TTU, Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani. Pasien tersebut diketahui merupakan keponakan Therensius.***