POJOKSATU.id - Presiden Prabowo Subianto membagikan pengalaman menarik saat menggunakan mobil nasional Maung produksi PT Pindad (Persero) sebagai kendaraan kepresidenan.
Di balik rasa bangganya menggunakan produk dalam negeri, Prabowo mengungkapkan bahwa mobil tersebut sempat mengalami kebocoran saat diguyur hujan deras.
Kisah itu disampaikan Prabowo ketika menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat 26 Juni 2026.
Baca Juga: Novia Sihotang Calon Manajer KDMP Meninggal Saat Latihan Militer, Keluarga Tak Akan Menuntut
Acara tersebut dihadiri lebih dari 2.600 akademisi mulai dari rektor hingga dosen dari berbagai perguruan tinggi.
Menurut Prabowo, momen paling membanggakan setelah resmi dilantik sebagai Presiden adalah ketika dirinya dapat kembali dari pelantikan menggunakan kendaraan hasil karya anak bangsa.
"Saya ada satu kepuasan yang mendalam di hati saya waktu saya dilantik. Saya pulang dari pelantikan, saya bisa naik mobil buatan Indonesia. Desainnya Indonesia, dibuat di Indonesia. Tidak 100%, dan tidak ada mobil di dunia yang 100% produknya dari satu negara. Tapi kalau 65%, 70%, itu sudah boleh kita klaim buatan Indonesia," kata Prabowo.
Baca Juga: Remaja Asal Bekasi Jadi Delegasi Indonesia di AYIMUN 2026 Bangkok
Sempat Bocor Saat Diguyur Hujan
Meski mengaku bangga, Prabowo tidak menutupi bahwa kendaraan tersebut masih memiliki kekurangan pada masa awal penggunaannya.
Ia bercerita atap mobil Maung sempat bocor ketika melintasi hujan deras.
Pengalaman itu kemudian langsung disampaikan kepada Direktur Utama PT Pindad, Sigit Puji Santosa, agar segera dilakukan perbaikan.
"Risikonya sekarang selama saya jadi presiden ya harus naik mobil buatan Indonesia. Waktu bulan-bulan pertama ya lumayan, kecuali kalau hujan keras. Kalau hujan keras sempat bocor juga itu. Tapi saya kembalikan, Profesor Sigit gimana nih mobil presiden bocor? Perbaiki. Enggak apa-apa, minimal kita mulai, kita harus berani mulai," tuturnya.
Bagi Prabowo, kekurangan tersebut bukan alasan untuk berhenti mendukung industri nasional.
Justru, menurutnya, keberanian memulai menjadi langkah penting agar kualitas produk dalam negeri terus berkembang.
Soroti Tantangan Industri Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi Indonesia di berbagai sektor industri.
Ia mempertanyakan mengapa Indonesia masih bergantung pada impor benih gandum, mengapa produktivitas kelapa sawit nasional masih tertinggal dibanding Malaysia, hingga mengapa Indonesia belum mampu sepenuhnya memproduksi mobil nasional secara mandiri.
Baca Juga: Nomor WhatsApp Sudah Tidak Aktif? Begini Cara Login Lagi Tanpa Kehilangan Chat Penting
Ia mengaku kerap mengajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada para ilmuwan, akademisi, dan pakar dari berbagai bidang untuk mencari solusi nyata.
"Saya datang saya minta orang-orang terpintar. Tanya Pak Brian, tanya Profesor Sigit, saya tanya profesor-profesor IPB: kenapa kita tidak bisa punya benih gandum? Kenapa kita harus impor gandum? Saya tanya: kenapa kelapa sawit per hektare di Malaysia produktivitasnya lebih dari kita? Kenapa? Saya selalu minta mereka. Kenapa Indonesia setelah 81 tahun tidak bisa bikin mobil buatan sendiri?," kata Prabowo.
Menurutnya, kemajuan industri nasional hanya bisa dicapai apabila Indonesia berani memulai, terus melakukan perbaikan, dan memanfaatkan kemampuan para ilmuwan serta pelaku industri dalam negeri.
Baca Juga: Cara Mengganti Password WiFi di HP untuk Semua Provider, Mudah dan Bikin Jaringan Lebih Aman
Sebuah karya besar memang tidak selalu lahir dalam kondisi sempurna.
Namun, keberanian untuk memulai dan terus menyempurnakan menjadi fondasi penting agar industri nasional mampu tumbuh, bersaing, dan menjadi kebanggaan bangsa di masa depan.***




